RENCANA PENGEMBANGAN PDIKM, Dari Digitalisasi Koleksi Hingga Pembuatan Rest Area

PADANGPANJANG, KP – Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Padangpanjang akan melakukan sejumlah langkah sebagai tindaklanjut dari kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Unoke Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) dan Kubu Gadang, Rabu pekan lalu (21/4).

Kabid Pariwisata Disporapar, Reynold Oktavian mengatakanada beberapa poin yang akan ditindaklanjuti sesuai dengan saran dan masukan Menparekraf.Salah satunya digitalisasi koleksi-koleksi yang ada di PDIKM.

Ia menyampaikan rencana digitalisasi koleksi sejalan dengan kegiatan yang sedang dilaksanakan yaitu gebyar PDIKM. Gebyar PDIKM merupakan kegiatan pembenahan kembali dan mengembalikan muara PDIKM sebagai pusat data kebudayaan Minangkabau melalui penambahan koleksi, memperbaiki koleksi yang sudah ada, mendigitalisasi koleksi, dan menambah unsur penarik di komplek PDIKM.Selain itu, Menparekraf juga mengusulkan ada storytelling terhadap koleksi-koleksi tersebut.

“Kita juga menunggu persetujuan Menparekraf terkait pengembangan PDIKM dalam hal ini perencanan rest areayang nantinya juga akan dikoordinasikan dengan Kementerian PUPR,” kata Reynold Oktavioan seeperti dikutip dari laman resmi Kominfo, Senin (26/4).

Selain b erkunjung ke PDIKM, Menparekraf juga berkunjung ke Desa Wisata Kubu Gadang dan memberi masukan untuk mengemas kegiatan di Kubu Gadang dengan lebih kreatif lagi serta diiringi live content. Sehingga, masyarakat yang tidak berada di Kubu Gadang masih bisa menyaksikan kegiatan yang tengah digelar.

Di sisi lain, Disporapar juga merencanakan pembentukan Museum Bustanul Arifin sebagai pemrakarsa PDIKM sebelum diserahkan secara resmi ke Pemko Padangpanjang pada tahun 2016. Menurut Reynold, Disporapar sudah berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan Sumbardan Museum Adityawarman untuk melakukan standardisasi sebuah museum.

Lebih lanjut diterangkannya, kawasan PDIKM sudah ditetapkan sebagai Daya Tarik Wisata (DTW) unggulan Provinsi Sumbar. Kawasan PDIKM ini terdiri dari komplek PDIKM, rest area, Mifan Water Park, stasiun, dan aliran sungai Batang Anai.

“Saat ini kita juga sedang mengusahakan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi untuk pembuatan ‘Padangpanjang Jogging Track’ di aliran Batang Anai yang melewati tiga kelurahan, yaitu Pasar Usang, Silaing Atas, dan Silaing Bawah. Ini diharapkan bisa menimbulkan multiplier effectselain menjadi objek wisata dan olahraga baru. Apalagi rencana ini juga sinkron dengan pengembangan Objek Wisata Batu Limo dan Lubuk Mato Kuciang yang sudah ada,” ungkap Reynold sembari mengatakan tahun iniakan dilakukan pembenahan pedestrian bagian luar komplek PDIKM dan membuat taman ramah anak sebagai alternatif objek wisata yang ada di komplek PDIKM. (mas)

Next Post

Karang Taruna Se-Kota Padangpanjang Gelar Pesantren Leadership Ramadan

Sen Apr 26 , 2021
PADANGPANJANG, KP – Kegiatan Pesantren Leadership Ramadan Karang Taruna se-Kota […]