Salah Satu Awak Nanggala 402 yang Gugur Adalah Keponakan Menhan Prabowo, TNI AL: Hanya Negara Bodoh yang Tembak KRI Nanggala

JAKARTA, KP – Keponakan Menteri Pertahanan Prabowo yang bernama Letda Laut (T) Rhesa Tri Sigar ternyata ikut jadi korban tenggelamnya KRI Nanggala 402 di perairan utara Bali, Rabu lalu (21/4). salah satu awak. Letda Rhesa adalah putra dari sepupu MenhanPrabowo Subianto. Yang membuat terharu, ayah Letda Rhesa, yaitu Letkol Inf. Simson Godfried Sigar juga gugur di Timor Timur pada 4 Juni 1998 silam. Saat itu ia menjabat Kepala Seksi Operasi Korem 164/Wira Dharma Dili.

“Salah satu dari putra terbaik bangsa,Letda Laut (T) Rhesa Tri Sigar, saudara saya yang gugur bersama KRI Nanggala 402, berkorban demi Sang Merah Putih,” kata Prabowo di lini masa akun Instagramnya.

Prabowo menjelaskan dirinya sempat mengunjungi kediaman ibunda Letda Rhesa, Indah Wahyu Arini Retno Utami dan kakaknya, Kapten Inf Julius Sigar di kediaman mereka di Surabaya. Prabowo mengungkapkan keluarga akan selalu mengenang jasa Letda Rhesa bagi Indonesia tercinta.

“Engkau akan selalu hidup di dalam semangat kami. Hormat dan doa kami selalu mengiringi,” kata Prabowo.

Sekadar informasi, ayah Letda Rhesa bernama Letkol Simson Godfried Sigargugur dalam peristiwa Timor Timur (Timtim) saat menjalankan tugas negara. Peristiwa itu menjadi tragedi nasional.Kala itu Letkol Simson gugur dalam kecelakaan helikopter. Selain Letkol Simson ada sejumlah anggota TNI lain ikut gugur dalam peristiwa tersebut. Di antaranya Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Yudomo Sastrosoehardjo dan Danrem 164/WD, Kolonel InfSalamat Sidabutar.

Dengan resmi dinyatakan semua kru Kapal Selam KRI Nanggala-402 gugur, maka Letda Rhesa telah mengikuti jejak ayahnya sebagai pahlawan. Ayah dan anak itu telah mengorbankan jiwa dan raga demi tugas negara.

TNI AL: HANYA NEGARA BODOH YANG TEMBAK KRI NANGGALA

TNI AL menjawab dugaan masyarakat yang menyebut KRI Nanggala-402 ditembak oleh kapal asing. Arsena KSAL Laksamana Muda TNI Muhammad Ali mengatakan dugaan itu berlebihan.

“(KRI Nanggala ditembak) kapal asing ini saya rasa berlebihan, kata Ali dalam keterangannya, Selasa (27/4).

Sebab,lanjutnya, jika KRI Nanggala ditembak oleh kapal asing, maka suara ledakan akan terdengar oleh sonar. Bahkan terlihat oleh mata telanjang air laut sedikit naik sebagai efek dari ledakan tersebut.

“Jadi tidak ada ledakan saat kejadian itu dari pengamatan kapal yang ikut dalam latihan bersama KRI Nanggala kemarin,” ujarnya.

Danseskoal Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto pun melanjutkan dengan menjelaskan terkait apakah kapal perang dunia boleh melintasi perairan Indonesia. Ia mengatakan, seluruh kapal perang dunia yang akan memasuki perairan Indonesia akan melapor. Meski laporan tidak dilakukan setiap hari.

“Sehingga mungkinkah ada kapal selam di situ? Mungkin. Tapi pada saat itu tidak mungkin karena kita latihan, kurang lebih ada delapan kapal yang melakukan pengamanan, terus ada dua kapal friget kita yang mempunyai kemampuan sonar untuk mendeteksi. Sehingga tidak mungkin (ada kapal asing yang masuk),” jelas Iwan. “Hanya negara bodoh yang tembak kapal kita. Jadi saya mohon yang satu itu dilepaskan, tidak pernah ada hal seperti itu,” sambungnya.

Apalagi, lanjut dia, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sudah menyampaikan tidak ada kepingan kapal. Jika kapal ditembak, pasti akan hancur berantakan dan kepingannya ditemukan di sekitar perairan.

Ali kemudian menegaskan KRI Nanggala hancur dan terbelah hingga tiga bagian kemungkinan besar karena kuatnya arus di bawah laut. Namun, penyebab pasti masih dalam penyelidikan.

“Iya bisa jadi begitu [karena kuatnya arus bawah laut]. Ini masih dalam penyelidikan dan ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Kita akan mengundang pakar-pakar kapal selam. Bahkan tidak hanya dalam negeri, mungkin dari luar negeri. Karena kita punya konvensi pengawal kapal selam sedunia, makanya ada Ismerlo itu. Itu akibat dari kesepakatan conference kapal selam sedunia,” pungkasnya. (gcm)

Next Post

Pencuri Sepeda ‘Dihadiahi’ Timah Panas

Sel Apr 27 , 2021
PADANG, KP – Seorang buruh harian lepas berinisial RFS (33 […]