SECUIL KISAH DARI PELOSOK SUNGAI PANGALEK – Siang Memberi Makan Ikan Gariang, Malam Ditemani ‘Lampu Togok’

SOLOK, KP – Meski sudah hampir mendekati 80 tahun Indonesia merdeka, namun masih banyak nagari atau desa yang belum disentuh aliran listrik, jaringan telekomonikasi, serta terjangkau siaran televisi atau internet.Di Kabupaten Solok, selain Jorong yang ada Nagari-Nagari di Kecamatan Tigo Lurah, ternyata masih banyak juga daerah yang belum tersentuh aliran listrik dan akses komunikasi menggunakan handphone. 

Salah satu kampung di Kabupaten Solok yang hingga saat ini belum menikmati arti kemerdekaan yaitu masyarakat Teratak Baru Jorong Sungai Pangalek, Nagari Sarik Alahan Tigo, Kecamatan Hiliran Gumanti. Di Sungai Pangalek, masyarakatnya harus bersabar dan bertahan dengan tradisi lampu tempel atau orang di sana menyebut dengan ‘lampu togok’ alias petromaks. “Kalau siang kita masih bisa bercanda sama ikan gariang sambil ngasih makan. Tapi kalau malam kampung kami gelap gulita,” sebut Siena (31 tahun), warga Sungai Pangalek sambil memberi makan ikan gariang di Sungai yang mengalir persis di depan rumah mereka, Minggu (18/4).

Siena yang ditemani kedua anaknya, tampak cukup bahagia dengan apa yang sudah dianugerahkan Tuhan kepada alam Sungai Pangalek. Selain banyak ikan gariang yang mengalir di sungai, alam Sungai Pangalek juga subur dan indah. Namun sangat disayangkan, sehabis magrib, suasana kampung itu akan sepi. Ditambah lagi anak mudanya lebih suka bermain di jorong sebelah yang sudah ada listriknya. 


“Kami sudah biasa bergelap-gelap sejak dulu. Jadi ya sudah tidak canggung lagi. Kalau janji listrik mau masuk ke sini, lebih sejak 10 tahun lalu sudah ada beritanya. Namun faktanya hingga kini belum ada,” jelas Syafrizal (48 tahun) warga setempat.

Disebutkannya, suasana sunyi di malam hari akan lebih terasa di kampung tersebut. Lampu senter dan petromak akan menjadi teman setia bagi warga. “Jadi di sini mau bulan puasa atau tahun baru, kami merasakan sama saja. Kami tidak tahu apa yang terjadi di luar sana karena tidak ada alat untuk berkomunikasi,” terangnya.

Dia mengatakan, mayoritas masyarakat Sungai Pangalek sangat mendambakan pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) bisa mengembangkan sayapnya ke sana. Termasuk untuk tower seluler, yang mana dua nagari di Hiliran Gumanti, Sariak Alahan Tigo dan Sungai Abu, masih belum bisa menggunakan indahnya komunikasi dengan sanak saudara di luar nagari setempat.

“Sejak Indonesia merdeka, atau mungkin sejak dunia terkembang, kami di sini masih belum bisa menikmati listrik, menggunakan alat komunikasi handphone atau melihat siaran televisi karena listrik belum masuk,” tutur Tiyan (75 tahun), warga Taratak Baru, ketika berbincang dengan KORAN PADANG di kediamannya.

Seperti halnya Tiyan, harapan yang sama juga disampaikan seluruh masyarakat setempat, diharapkan pemerintah membantu memfasilitasi agar PLN dan tower seluler bisa masuk ke Taratak Baru.

Menurut tokoh masyarakat setempat Efdizal, permohonan agar listrik bisa masuk dan juga berdirinya sebuah tower seluler di Sariak Alahan Tigo, memang sudah lama didambakan masyarakat. Bahkan, surat permohonan ke pihak terkait dari pemerintah nagari sudah beberapa kali diajukan. “Ya hingga saat ini satupun belum terealisasi dan masyarakat sangat menunggu agar PLN dan pihak Indosat atau Telkomsel bisa mensurvei ke sini untuk bisa merealisasikan listrik dan tower seluler sebagai alat komunikasi tersebut,” tukasnya. (wan)

Next Post

PIMPIN RAPAT BERSAMA FORKOPIMDA, Wako Zul Elfian Imbau OPD Semarakkan Ramadan

Ming Apr 18 , 2021
SOLOK, KP – Walikota Solok Zul Elfian memimpin rapat bersama Forum […]