Sumbar Disarankan Garap ‘Food Estate’ Diawali pada Lahan Kecil

JAKARTA, KP – Gubernur Sumbar, H. Mahyeldi Ansharullah melakukan audiensi dengan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD), La Nyalla Mahmud Mattalitti guna meminta dukungan dan saran-saran terkait program-program pembangunan di Sumbar, Rabu (28/4). Salah satu yang dibahas dalam pertemuan itu adalah program food estate di Sumbar.

La Nyalla menjelaskan Sumbar menjadi prioritas perhatian DPD. Ia berjanji akan mendorong semua program provinsi agar cepat terlaksana.“DPD pasti sangat mendukung program prioritas daerah. Sangat menyenangkan jika aspirasi daerah yang disalurkan lewat DPD bisa cepat dieksekusi. Di sisi lain kita juga sangat membutuhkan penguatan dari daerah karena DPD mempunyai keterbatasan wewenang,” ujarnya.

Khusus mengenai program Food Estate di Sumbar, hal ini, La Nyalla menyarankan agar program tersebut dimulai dengan lahan yang tidak terlalu luas. Ia menjelaskan, dengan lahan yang tidak besar tanaman akan berkembang lebih cepat dan bisa menjadi percontohan.

“Misalnya kembangkan dulu di lahan seluas 200 hektare. Lebih baik disiapkan dengan lahan kecil dahulu dan jadi percontohan ke depan. Karena biasanya yang besar-besar, yang luas-luas itu justru malah lama,” ujarnya.

Dalam audiensi itu juga dibahas pembangunan jembatan layang (flyover) di Sitinjau Laut yang menghubungkan Kota Padang dengan Kabupaten Solok. Rencananya flyover akan dibangun sepanjang 2,6 kilometer. La Nyalla mendukung rencana tersebut. Mantan Ketua Umum PSSI ini bahkan berharap pembangunan flyover segera terealisasi.

“Kita akan ikut mendorong Bappenas RI agar segera mewujudkannya. Dengan medan jalan yang ekstrem, flyover sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya kecelakaan. Semoga tahapan pelaksanaan penyiapan desain dan pengadaan lahan bisa rampung di 2021 sampai 2022,” tuturnya.

La Nyalla juga menyampaikan DPD sangat mendukung keinginan Sumbar mengoptimalkan sektor pariwisata nengingat potensi wisata di Sumbar sangat besar dengan banyak ikon yang bisa dieksplorasi.

“Kita sangat dukung Sumbar hidupkan jalur rempah nusantara. Kemudian potensi besar keberadaan Pelabuhan Teluk Bayur masih bisa ditingkatkan dengan inovasi-inovasi baru,” ucapnya.

Sementara, Gubernur Mahyeldi menyampaikan pihaknya memprioritaskan program sektor pertanian. Sebab, lebih 50 persen kegiatan ekonomi masyarakat Sumbar bergerak pada sektor tersebut. Di masa pandemi, usaha di bidang pertanian juga cukup menguntungkan.

Gubernur Mahyeldi juga menyinggung kesiapan Sumbar dalam program food estate. “Terkait food estate, kami juga sudah mengusulkan lahan di tiga lokasi, yaitu 7000 hektare di Pasaman Barat, 1.000 hektare di Pariaman, dan 5000 hektare di Solok Selatan,” tuturnya. (mas)

Next Post

Sebuah Rumah di Komplek Sakinah Ludes Terbakar

Rab Apr 28 , 2021
PADANG, KP -Sebuah rumah permanen di Komplek Sakinah, Kelurahan Lubuk […]