Tekan Lonjakan Positif Covid-19, Bupati Safaruddin Minta Aksi Serius Hingga ke Nagari

LIMAPULUH KOTA, KP – Positif rate Covid-19 terus menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Sumatra Barat. Langkah dan aksi terus menjadi prioritas pemerintah daerah menekan lonjakan positif Covid-19 yang terjadi. 

Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, pengawasan dan penerapan protokol kesehatan di Sumbar masih lemah. Jumlah nominal masyarakat yang sudah dan belum menerima vaksin juga menjadi sebuah data untuk mengetahui realisasi vaksinasi yang dilakukan.

“Masih lemah, kita sudah masuk pada posisi lima besar angka positif Covid-19 di Indonesia. Pemerintah kota dan kabupaten tolong perhatikan ini,” pungkas  Gubernur dalam rapat penanganan Covid Provinsi Sumatra Barat dalam rangka menyikapi perkembangan positif rate secara virtual.

Sementara Kapolda Sumbar, Irjen Pol Toni Hermanto menyebutkan, kasus terkonfirmasi Covid-19 Sumatra Barat 34.917. Bersama Polres yang tersebar di seluruh Sumbar terus melakukan update informasi terkait positif rate di wilayah hukum Polda Sumbar. Perubahan zona menjadi perhatian serius Polda Sumbar. “Seluruh Kapolres saya perintahkan untuk update informasi dan bekerja serius untuk terus menerus melakukan sosialisasi dan imbauan tegas di setiap wilayah. Kasus ini terus meningkat dan tidak main-main,” kata Kapolda.

Pihaknya berharap pemerintah daerah kota/kabupaten terus memiliki pemetaan sebaran Covid -19 agar tren sebaran itu. “Sebaiknya punya pemetaan zona dan terus melakukan sosialisasi dengan baik,” harap Kapolda.

Selain itu tambah Kapolda, antisipasi arus transportasi, orang dan barang pada bulan Ramadan dan Lebaran Idul Fitri juga menjadi perhatian serius. Sebagai langkah kongkrit, blokade di perbatasan wilayah akan dilakukan sebagai bentuk protokol kesehatan larangan mudik. “Pengawasan ketat di wilayah perbatasan provinsi terhadap masyarakat yang keluar masuk. Sudah banyak kendaraan bernomor polisi luar sumbar yang memanfaatkan jadwal larangan masuk ke wilayah,” tutupnya.

Sementara itu Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo mengatakan, setiap Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 kecamatan hingga pemerintah nagari agar selalu melakukan aksi penekanan positif rate yang terjadi. Ekspansi paparan covid-19 menggerus sektor-sektor potensial yang ada. Dan berdampak serius kepada sirkulasi ekonomi masyarakat secara umum.

“Kita jangan lengah, kasus kesehatan ketika pandemi ini adalah kasus serius. Aksi nyata untuk penekanan agar pengurangan angka terpapar terus terjadi. Aksi Satgas di lapangan sebagai penentu dan yang akan memberikan hasil,” kata bupati setelah rapat penanganan Covid Provinsi Sumatra Barat dalam rangka menyikapi perkembangan positif rate.

Ditambahkan Bupati, data kongkrit masyarakat terpapar Covid-19 perlu diakumulasi dengan tepat dan jelas. Juga fasilitas kesehatan berikut petugas kesehatan Rumah Sakit dan Puskesmas di Kabupaten Limapuluh Kota. “Sudah sama-sama kita dengar, paparan  Gubernur dan Kapolda. Dengan data kongkrit dan jelas, sehingga kita dapat memetakan penyebaran serta langkah dan aksi tepat untuk menekan angka peningkatan paparan Covid-19 yang terjadi di wilayah kita,” tegasnya. (dho)

Next Post

Satpol PP Padangpanjang Gerebek ‘Warung Kelambu’

Kam Apr 22 , 2021
PADANGPANJANG, KP – Di bulan suci Ramadan 1442 H, Satuan […]