Warga Gonjong Limo Semuanya Badunsanak

TAK ada gunanya persoalan aset memunculkan ‘panas menyengat’. Setiap problema bisa diselesaikan dengan baik-baik. Sambil minum kopi, Insya Allah semua masalah bisa dicari solusinya. Khusus bangunan kantor lama Bupati Limapuluh Kota yang berada di jantung Kota Payakumbuh mungkin memang perlu dimanfaatkan maksimal meski kenyataannya bangunan itu belum jadi gedung menyeramkan walaupun sudah ditinggal bertahun-tahun.

Jika ditelisik, sebenarnya sudah banyak kabupaten yang berkantor induk di kawasan baru. Misalnya Kabupaten Solok kantor bupatinya sudah di Sukarami. Sijunjung dari Sawahlunto ke Muaro. Agam dari Bukittinggi ke Lubukbasung. Bahkan Pasaman Barat tenang-tenang saja berkantor di Simpang Empat. Begitu juga Solsel di Sangir dan Dharmasraya di Pulau Punjung. Bahkan Sarilamak sebagai Ibukota baru Limapuluh Kota semakin mempesona dengan Lembah Harau yang popularitasnya mendunia. Yang penting, kawasan ibukota baru dipoles secara bertahap semakin rancak.

Perjuangan membangun kantor pemerintahan di lokasi baru tentu banyak dukanya dari sukanya. Seperti Padangpariaman membangun kantor baru di Parit Malintang yang arealnya sejak dunia terkembang belum pernah dijamah. Di sanalah Bupati Ali Mukhni berjibaku manaruko kawasan tersebut. Kabarnya jin beranak pinak pun diusirnya. Sungguh luar biasa.

Payakumbuh sebagai kota ramah bersahaja yang dua periode dipimpin Walikota Riza Falepi saat ini juga semakin berkembang. Apalagi dengan program spektakulernya pembangunan Masjid Raya yang sangat diharapkan warga kota cepat selesai. Masjid kebanggaan umat Islam itu diharapkan sudah bisa digunakan di masa jabatan Pak Wali Riza.

Sama dengan Masjid Raya Sumbar, selesai dibangunbertepatan dengan berakhirnya jabatan Gubernur Irwan Prayitno dua priode. Alhamdulillah, kini Masjid Raya Sumbar yang berada di ruas jalan protokol Khatib Sulaimantelah menjelma jadi ikon wisata religius yang tak pernah sepi dikunjungi wisatawan setiap harinya dari berbagai belahan dunia.

Untuk itu, tak ada salahnya memaksimalkan kekuatan membangun Masjid Raya Payakumbuh. Insya Allah infak mengalir deras kalau pandai ‘membuka puro’ perantau Gonjong Limo yang tersebar di berbagai negara. Bahkan Pak Gubernur Harun Zain bersama Pak Natsir dulunya beberapa saat saja mampu membangun Rumah Sakit Yarsi di Bukittinggi di tengah peristiwa yang mendahului terjadi sebelumnya. Luar biasa perjuangan ‘tokoh awak’ dulunya membangkitkan semangat membangun dengan sistem gotong-royong.

Khusus bekas kantor Bupati Limapuluh Kota, mungkin ada baiknya jadi aset ‘Gonjong Limo’ saja. Milik bersama dan kebanggaan bersama pemerintah dan rakyat Limapuluh Kota-Payakumbuh. Yang perlu adalah kesepakatan antar dua kepala daerah bersama jajarannya. Insya Allah, semuanya bisa diatur.

Persoalan aset Limapuluh Kota yang ada di Payakumbuh tak perludimunculkan ke permukaan di tengah suasana pandemi corona yang masih memprihatinkan ini. Begitu pula pusat Kota Payakumbuh baiknya ibarat ‘sitawasidingin’ saja. Tak usahlah dipanas-panasi. Jangan pula ada yang memanas-manasi. Insya Allah akan muncul momen terbaik menyulap pusat Kota Payakumbuh ini. Kita tunggu! *

Next Post

DIALOG INTERAKTIF RANAH DAN RANTAU, Wako Zul Elfian : Perantau Adalah Potensi Penting yang Perlu Dikembangkan

Rab Apr 7 , 2021
SOLOK, KP – Walikota Solok Zul Elfian Umar dan Wakil […]