21 Juni 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Pemulung yang Malang dari Tilatang Kamang

BEKERJA serabutan sebagai pemulung boleh jadi pekerjaan yang sebenarnya tak diinginkan. Namun apa daya jika hanya itu yang bisa dikerjakan untuk menyambung hidup. Mereka pantas dibelaskasihi. Sayangnya, belas kasih itu tidak terjadi pada lelaki malang, Syafrizal yang berasal dari Tilatang Kamang, Kabupaten Agam.

KORAN PADANG terbitan Jumat (7/5) di halaman 1 mengupas secara mendalam problema sosial yang menimpa Syafrizal (67 tahun) yang setiap hari bekerja mengumpulkan barang rongsokan untuk dijual kembali demi mendapatkan rupiah guna penyambung hidup keluarga. Tak hanya sampai di sana saja perih kehidupan dirasakan Syafrizal. Lebih dari itu, anak lelakinya bernama Amril Ridha merupakan anak berkebutuhan khusus, autis. Sang anak harus selalu diawasi, kalau tidak suka mengganggu siapa saja. Namun, kelainan yang dialami Amril Ridha justru jadi alasan bagi pemerintahan nagari tidak menyertakan Syafrizal dalam pendataan penerima bantuan sosial.

Kalau benar informasi itu, tentu sangat memprihatinkan. Ayah pemulung, anak autis, jelas keluarga ini didera problema sosial tergolong berat yang butuh perhatian dari pemerintah. Di lingkungan tempat tinggal Syafrizal di Tilatang Kamang pasti ada Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), karang taruna, maupun pejabat di kenagarian ataupun kecamatan yang khusus memonitor warga penyandang masalah sosial. Kalau memang keluarga Syafrizal tak jadi perhatian, sungguh keterlaluan rasanya. Masyaallah!

Hanya karena anaknya autis, Syafrizal jadi rakyat yang tak terperhatikan. Cukuplah sekali ini peristiwa mengenaskan ini terjadi di Sumbar. Di Kamang pula lagi, kampungnya tokoh ternama Tuanku nan Renceh.

Syafrizal kita harapkan terus berkoordinasi dengan petugas sosial yang ada di Tilatang Kamang. Kepada PSM, karang taruna, bersama tokoh setempat, mari kita atasi penderitaan keluarga miskin ini. Memalukan kalau korban problema sosial ini tak tentu yang akan dilakukannya. Tak usahlah karena alasan anak autis, keluarga miskin ini tak diperhatikan. Memprihatinkan.

Tak perlu rasanya problema ini langsung ditangani Bupati Agam Andri Warman. Masih ada Dinas Sosial bersama aparatnya di Tilatang Kamang serta PSM dan karang taruna. Jika semua pihak bahu-membahu, kita yakin probema sosial yang disandang Syafrizal bisa diatasi. Besar harapan kita, petugas sosial di Tilatang Kamang jangan sampai pula menaikkan ‘bendera putih’ pertanda menyerah mengatasi problema sosial tersebut. Percayalah, bersama kita bisa. Insya Allah. *