21 Juni 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Kesal Dimarahi Paman, Pekerja Heller Habisi Teman Sekamar

PADANGPARIAMAN, KP – Kesal dimarahi paman, seorang pria di Jorong Padang Olo, Nagari Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padangpariaman, melampiaskan kemarahannya dengan menusuk teman sendiri 12 kali hingga tewas di sebuah tempat penggilingan padi atau heller, Minggu dinihari (16/5) sekitar pukul 02.00 WIB.

Korban bernama Ridwan (18 tahun) ditemukan oleh saksi terkapar dengan luka tusukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sementara pelaku yang melakukan penikaman atau penusukan berinisial AN (29 tahun) telah diamankan polisi.

Kapolsek Sungai Limau, AKP Nusirwan, Senin (17/5) mengatakan berdasarkan keterangan saksi yang rumahnya berdekatan dengan tempat kejadian, pelaku dan korban sama-sama bekerja di tempat penggilingan padi (heller) milik paman pelaku. Di heler itu disediakan sebuah kamar yang ditempati korban dan pelaku. Pada Minggu dinihari (17/5) sekitar pukul 03.10 WIB, saksi mendengar suara teriakan orang minta tolong. Saksi kemudian mencari asal suara tersebut dan sesampai di lokasi kejadian ia melihat korban bersimbah darah.

“Saksi dan beberapa warga sekitar langsung membawa korban ke puskesmas dan oleh pihak puskesmas korban dirujuk ke RSUD Pariaman,” jelas AKP Nusirwan.

Sayangnya, nyawa korban tidak tertolong akibat luka yang dideritanya. Korban dinyatakan meninggal pada Minggu siang (16/5) sekitar pukul 12.30 WIB. Pada tubuh korban terdapat beberapa luka tusukan seperti di perut, dada, leher, dan punggung yang menyebabkan korban kehabisan darah.

Pasca-kejadian, tim Anti Bandit Polsek Sungai Limau bergegas melakukan pengejaran terhadap pelaku dan berhasil menangkapnya sekitar setengah jam kemudian. Pelaku kemudian diamankan di sel Mapolsek Sungai Limau.

“Untuk motif pembunuhan masih kita dalami. Namun dari keterangan pelaku, ia menusuk temannya karena habis dimarahi oleh pamannya sebelum kejadian,” kata Nusirwan. Pihaknya juga melakukan pemeriksaan kejiwaan pada tersangka.

SEMPAT KABUR KE RUMAH ORANGTUA

AKP Nusriwan menerangkan, sebelum insiden penusukan, pelaku sempat dimarahi oleh pamannya lantaran pulang larut malam. Awalnya, pelaku meminjam sepeda motor milik pamannya. Ketika sampai ke rumah, pelaku dimarahi dan dicaci maki sehingga tersulut emosi.

“Korban ini anggota pamannya di heller, dan anggota kesayangan pamannya. Dari pengakuan pelaku, pamannya sering kasar mulutnya, sehingga sakit hati. Makanya tersulit emosi, ada kata-kata kasar pamannya, jadi tidak bisa menahan emosi dan melampiaskan ke korban,” jelasnya.

Nusirwan mengatakan korban ditusuk saat sedang tidur. Saat itu pelaku terbangun dari tidur dan langsung mengambil pisau yang ada di dalam tas miliknya.

“Pisau itu sudah lama disimpan dalam tasnya, kurang lebih dua bulan. Setelah itu, pelaku menghampiri korban yang sedang tidur dan melakukan penusukan,” ujarnya.

Saat ditusuk pertama, terangnya, korban terbangun. Sempat terjadi perkelahian untuk membela diri. Namun karena tidak memiliki senjata akhirnya kalah dan berteriak. Pelaku selanjutnya kabur melewati pintu belakang dan lari ke arah semak-semak. Warga sempat mencari pelaku namun tidak ditemukan.

“Pelaku bersembunyi ke tempat orangtuanya. Saat itu, pemuda sempat mencari tapi tidak ketemu. Lalu pelaku kabur ke rumah saudara, kami ketahui lalu ditangkap,” jelasnya. (war/lgm)