21 Juni 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Terlibat Kasus Asusila, Walinagari Jambak diberhentikan

LUBUKSIKAPING,KP-Walinagari Jambak, Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman, berinisial EMdiberhentikan dari jabatannya karena terlibat kasus asusila video call.

Berdasarkan informasi yang dihimpun KORAN PADANG, pemberhentian Walinagari EM berdasarkan Keputusan Bupati Pasaman Nomor 188.45/265 /BUP-PAS/2021 tentang Pemberhentian Walinagari Jambak, Kecamatan Lubuk Sikaping periode 2020-2026, tertanggal 11 Mei 2021 lalu.

“Ya, keputusan Bupati terkait pemberhentian Walinagari Jambak telah keluar. Surat keputusan bupati tersebut keluar tanggal 11 Mei 2021 lalu,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat (DPM)  Pasaman, Alim Bazar, kemarin.

Ia mengatakan, SK pemberhentian walinagari tersebut telah diserahkan pihak DPM ke pihak kecamatan. “Pihak Kecamatan Lubuk Sikaping juga telah menyerahkan surat keputusan tersebut ke Pemerintahan Nagari Jambak,”terangnya.

Adapun dasar SK pemberhentian itu terkait dugaan perbuatan asusila melalui video call yang dilakukan EM berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksanaan Khusus Inspektorat Kabupaten Pasaman Nomor700/15/KHUSUS/INSP-2021 tanggal 22 April 2021 tentang dugaan perbuatan asusila yang perlu ditindaklanjuti dengan pemberhentian walinagari.

Untuk saat ini Walinagari Jambak masih dijabat oleh Pelaksana tugas (Plt) yang ditunjuk oleh pihak Kecamatan Lubuk Sikaping beberapa waktu lalu yaitu Sekretaris Nagari Jambak, Peldy.

“Dalam minggu ini akan ditunjuk Penjabat (Pj) walinagari agar roda pemerintahan kembali berjalan sebagaimana biasanya,”kata Alim Bazar.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, video asusila Walinagari Jambak melalui panggilan video call dengan seorang perempuan beredar luas di media sosial.Saat dikonfirmasi awak media, EM mengakui dirinya khilaf karena telah mencoreng nama baik nagari yang baru ia pimpin sejak September 2020 lalu.(nst)