Bupati Epyardi: Keberhasilan Saya Terletak Pada Pundak Walinagari

SOLOK, KP – Bupati Solok H. Epyardi Asda, menggelar Rapat Kerja (Raker) dengan para Wali Nagari se-Kabupaten Solok, Senin (3/5) di Ruangan Solok Nan Indah Kantor Bupati Solok. Tampak hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Solok Jon Firman Pandu, Asisten 2 Medison, Ass 3 Sony Sondra, Kepala DPMN Feris Novel, para Camat se- Kabupaten Solok, para Walinagari se-Kabupaten Solok dan Kepala SKPD di lingkup Pemerintahan Kabupaten Solok.

Pada kesempatan itu Bupati Epyardi menyebutkan, Walinagari adalah ujung tombak pembangunan Kabupaten Solok. Untuk itu Walinagari harus mempunyai integritas yang baik bisa membangun bersama masyarakat. “Saya ingin Walinagari dibanggakan masyarakatnya sendiri, keberhasilan saya terletak pada pundaknya Walinagari,” sebutnya. 

Lebih lanjut dikatakannya, bekerja sungguh-sungguh adalah prioritas utamanya bersama Wabup Jon Pandu. Dalam waktu satu Minggu dilantik rasanya sudah cukup dan harus mengenal seluruh Walinagari Kabupaten Solok untuk bersama-sama membangun kembali Kabupaten Solok yang dicintai ini. “Supermen tidak ada di dunia nyata, hanya supertim yang ada di dunia nyata. Saya ingin bersama walinagari seluruh Kabupaten Solok menjadikan Kabupaten yang terbaik bagi masyarakat kita sendiri,” terangnya. 

Dijelaskannya, yang tahu dengan keadaan nagari adalah Walinagarinya sendiri, mari bicarakan solusi untuk nagari yang tertinggal. Pihaknya mengaku tidak mau RPJMD asal-asal saja. Ia mau RPJMD disusun sesuai visi misi yang telah dijanjikan, membangkit batang terendam, sesuai keinginan rakyat adalah prioritas utama, karena anggaran berbasis rakyat bukan berbasis pejabat.

Menurut bupati, ke depan ia ingin meningkatkan perekonomian pertanian Kabupaten Solok. Bagi camat, catat wali nagari yang tidak hadir sekarang, tolong berikan sanksi tindakan nyata sesuai peraturan yang ada.

Sebelumnya, ketua pelaksana acara, Feris Novel melaporkan, jumlah walinagari ada 74 orang dengan rincian 69 definitif dan 5 pj. Saat ini Nagari tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi sekaligus menjadi subjek pembangunan itu sendiri. Untuk menunjang kegiatan kedinasan di pemerintah nagari, seperti untuk penghasilan tetap wali nagari, perangkat nagari dan BPN serta untuk menunjang biaya operasional kedinasan yang dikenal dengan istilah Alokasi Dana Nagari (ADN) setiap tahunnya.

“Untuk mekanisme pelaksanaan dari data tersebut, maka perintah nagari wajib menyusun APBN nagari setiap tahunnya. Dan untuk mengukur keberhasilan pembangunan di nagari, maka salah satu indikator yang digunakan oleh kemendes dengan melihat hasil dari penginputan pada aplikasi indeks desa,” jelasnya. (wan)

Next Post

Ketua DPRD Dodi Hendra Gelar Buka Puasa Bersama di Rumah Dinas

Sel Mei 4 , 2021
SOLOK, KP – Ketua DPRD Kabupaten Solok Dodi Hendra, Senin Malam […]