DINILAI BELUM MAKSIMAL, Anggota Dewan Pertanyakan Dana Refocussing Penanganan Covid-19

BUKITTINGGI, KP – Anggota Komisi II DPRD Kota Bukittinggi dari Fraksi Demokrat, Erdison Nimli mempertanyakan kegunaan Dana Refocusing anggaran kegiatan Pemko Bukittinggi tahun 2021 untuk Penanganan Covid-19. Sementara kegiatan penanganan Covid-19 dari Pemko Bukittinggi itu sendiri belum terlihat maksimal. Kepada KORAN PADANG, Erdison Nimli mengungkapkan, di Kota Bukittinggi belum ada kegiatan pembangunan fisik yang dilaksanakan. Sedangkan triwulan kedua sudah memasuki bulan ketiga. Alasan yang diungkapkan Pemko Bukittinggi tengah melakukan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19.

“Dan Refocusing anggaran itu sudah dilaksanakan, setidaknya ada sekitar Rp 33 Miliar lebih dana Refocusing dari kegiatan Pemko Bukittinggi. Dana itu sekarang mengendap pada kas daerah. Sementara kegunaan dana Refocusing yang disebutkan untuk Penangan Covid-19 itu tidak nampak atau tidak maksimal dilakukan Pemko Bukittinggi,” ujarnya.

Untuk itu ia meminta kepada Walikota Bukittinggi dan jajarannya agar dapat secepatnya menggunakan dana Refocusing untuk memaksimalkan penanganan Covid-19 di Kota Bukittinggi. Sebab Covid-19 tidak bisa ditebak kapan melandai dan berakhirnya. Dan yang pasti saat ini Covid-19 fase kedua semakin menjadi-jadi yang membutuhkan keseriusan Pemerintah daerah untuk penanganannya dalam rangka menyelamatkan masyarakat banyak dari ancaman virus yang mematikan itu. “Buat apa dana kegiatan pembangunan di refocusing, kalau tidak dimanfaatkan untuk tujuan penggunaan dana refocusing itu sendiri,” tegas Politisi Partai Demokrat itu. 

Sementara itu Kepala Badan Keuangan Pemko Bukittinggi, Herriman yang dikonfirmasi KORAN PADANG, Minggu (30/5) membenarkan kalau dana kegiatan pembangunan Kota Bukittinggi yang direfocusing jumlahnya mencapai  Rp 33,7 Miliar. Dana itu akan dialokasikan ke beberapa SKPD di lingkungan Pemko Bukittinggi untuk penanganan Covid-19 di Kota Bukittinggi.

Dikatakannya, dana Refocusing untuk penangan Covid-19 tersebut akan dialokasikan untuk Dinas Kesehatan lebih kurang sebesar Rp 25 Miliar. Sisanya untuk Satpol PP, BPBD, Dinas Kebakaran (Damkar), Dinas Komimfo, Lingkungan Hidup (LH) untuk 24 Kelurahan. Di mana masing-masing kelurahan mendapat Rp 100 juta dan tiga kecamatan di Kota Bukittinggi masing-masingnya mendapat Rp 150 juta.

Dan yang pasti untuk penggunaan dana Refocusing dalam rangka penanganan Covid-19 ini akan dibahas atau dibicarakan dalam rapat SKPD terkait dengan Walikota Bukittinggi pada Senin (31/5) atau hari ini. Apalagi dampak dari Refocusing ini sangat besar terhadap APBD Kota Bukittinggi. Dan semua itu akan dibahas bersama Walikota,” pungkasnya. (eds)

Next Post

Bukittinggi Bakal Miliki Videotron Raksasa

Ming Mei 30 , 2021
BUKITTINGGI, KP – Kota wisata Bukittinggi akan segera memiliki videotron […]