KASUS KORUPSI LADANG GAMBIR, Jaksa Akan Panggil Mantan Kepala Daerahdan Pejabat Limapuluh Kota

LIMAPULUH KOTA, KP- Pasca menangkap Akhiyar (57 tahun) yang merupakan buronan kasus dugaan korupsi perluasan lahan gambir di Kabupaten Limapuluh Kota beberapa tahun lalu, Kejaksaan Negeri Payakumbuh bakal memanggil sejumlah pihakterkait dalam kasus yang merugikan keuangan negara hingga Rp2 miliar itu.

Mereka yang bakal dipanggil Penyidik Tim Pidana Khusus (Pipsus) untuk diminta keterangannyatidak saja dari Kabupaten Limapuluh Kota, namun juga mantan pejabat di Provinsi Riau. Termasuk mantan kepala daerah dan anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota saat terjadinya proyek yang merupakan aspirasi mantan anggota DPRRI Dapil Riau,(alm) Azwar Ches Putra.

Proyek perluasan lahan gambir itu sebelumnya juga telah menyeret beberapa orang di Pemkab Limapuluh Kota, bahkan ada yang telah selesai menjalani hukuman. Terbaru, DPO bernama Akhiyar yang merupakan Ketua Gabungan Kelompok Tani ditangkap oleh Tim Gabungan Pidsus dan Intel Kejaksaan Negeri Payakumbuh saat pulang kampung ke kampung halamannya beberapa hari jelang lebaran. 

Akhiyar yang diduga orang kepercayaan alm. Azwar Ches Putra ituburon selama belasan tahun. Disinyalir ia ‘diamankan’ oleh beberapa oknumsehingga keberadaannya sulit diketahui.

“Iya, dalam waktu dekat kita akan memanggil mantan kepala daerah, pejabat, mantan pejabat, dan mantan anggota DPRD saat terjadinya proyek perluasan lahan gambir yang tidak pernah ada itu,” sebut Kepala Kejaksaan Negeri Payakumbuh, Suwarsonomelalui Kasi Intel, Robby Prasetyadidampingi Kasi PidsusSatria Lerino, Selasa sore (18/5).

Robby menambahkan, dari keterangan tersangka Akhiyar, tersangka semula berencana akan menyerahkankan diri saat kasus itu mulai terungkap. Namun beberapa ‘orang kuat’ yang diduga terlibat dalam kasus itu meminta tersangka melarikan diri. Selama dalam pelarian itulah tersangka Akhiyar dilindungi oleh banyak pihak, termasuk salah seorang saudaranya yang merupakan mantan pejabat di Riau.

“Dalam pelariannya, tersangka diduga dilindungi banyak pihak yang merasa ketakutan perannya terungkap dalam kasus dugaan korupsi mencapai miliaran rupiah itu,” sebut Robby.

Bahkan beberapa dokumen penting dalam proyek tahun 2007 itu sempat hendak dihilangkan, namun kini telah diamankan oleh kejaksaan.

“Ada upaya menghilangkan beberapa dokumen yang menjurus dalam proyek tersebut, namun sudah berhasil kami temukan kembali,” pungkasRobby. (dst)

Next Post

Polisi Gerebek Pesta Sabu, Tujuh Orang Diamankan

Rab Mei 19 , 2021
SOLOK,KP – Jajaran Satnarkoba Polres Solokmengerebek sebuah rumah di Jorong […]