MANCHESTER CITY VS PSG, Taktikal Vs Skill

MANCHESTER, KP – Manchester City menjamu PSG pada leg ke-2 semifinal UEFA Liga Champions 2020/2021, di Etihad Stadium, Rabu dinihari nanti (5/5). Bermain Habis-habisan atau kalah, mungkin itu adalah ungkapan bagi kedua kubu yang saling berebut tiket final liga Champions.

Di atas kertas, laga leg dua ini sama serunya dengan pertandingan leg pertama. Mungkin inilah resikonya kalau sebuah tim bermain dengan dua leg. Pada leg pertama seharusnya lebih hati-hati tidak mengincar gol dan yang penting jangan kebobolan. Sebab, di leg pertama akan riskan dengan gol away yang ‘dicuri’ tim tamu.

Bila melihat strategi laga, PSG diyakini lebih direct pada kombinasi 123 dan lebih mengandalkan skill individu. Sedangkan Cityjustru kebalikannya karena mereka lebih memilih taktikal dibandingkan skill individu. Sangat wajar bila PSG sangat mengedepankan skill individu karena memiliki pemain seperti Neymar dan Kylian Mbappe.

Secara keseluruhan, kedua tim dapat dikatakan berada pada level yang sama dan imbang. Disisi PSG mereka mempunyai Di Marya, Verratti, Mbappe dan Neymar. Namun City tidak memiliki pemain kreatif seperti yang dimiliki PSG tetapi City lebih mampu mengimbangi secara pergerakan sistem. Permainan City juga lebih solid dan hampir tidak memiliki titik lemah yang signifikan.

KESALAHAN AKAN MEMBAWA KEKALAHAN

Bila dilihat dari leg pertama, PSG sebenarnya dapat beberapa peluang dan mungkin mereka tidak beruntung untuk memanfaatkan peluang tersebut. Padahal ritme yang dimainkan City tidak terlalu cepat dan cenderung lambat.

Namun City mampu memanfaatkan celah di babak kedua meskipun memang City tidak mampu memanfaatkan momentum. Mereka selalu kurang apik dalam memanfaatkan ‘long ball’.Kesalahan kiper PSG Keylor Navas yang lebih fokus ke pemain City justru mampu dimanfaatkan oleh Kevin De Bruyne. Intinya, PSG lebih sering melakukan kesalahan individu dibandingkan kesalahan tim. Sehingga di leg pertama mereka harus kalah 2-1.

Dan kini mereka harus maksimal memenangkan leg kedua dengan skor 3-0 atau minimal 2-1 juga agar dapat diakhiri dengan perpanjangan waktu. Inilah pekerjaan besar pelatih PSG Mauricio untuk membalikan keadaan.

Dengan mengantongi kemenangan di leg pertama, sudah pasti pekerjaan akan lebih mudah bagi Pep. Namun Manchester City harus hati- hati dengan serangan balik dari PSG, terutama pergerakan ujung tombak Mbappe. Saat kontra Bayern Munchen dan Barcelona, Kylian Mbappe menjadi pemain yang sangat berbahaya dan sangat mudah baginya menceploskan 2 gol lebih.

Kini, Manchester City harus mampu mempertahankan keunggulan agregatnya. Mereka harus mengurangi kesalahan untuk memanfaatkan peluang-peluang emas.Manchester City akan mampu mempertahankan garis positifnya itu bila mereka bermain disiplin dan tidak terlalu nafsu untuk mencetak gol. Karena kehati-hatian dalam laga ini akan berefek panjang untuk kedepannya. Manchester City harus mampu memarking para pemain terbaik PSG.

Manchester City tentu akan bermain seperti biasanya untuk mengandalkan sistem taktikal yang terstruktur. Namun PSG pun tentu tidak akan tinggal diam dan akan bermain habis-habisan. (ak/*)

PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN

Manchester City: Ederson Moraes; Walker, Stones, Rúben Dias, Gündoğan, Zinchenko, Bernardo Silva, Rodri, Foden, Mahrez, Gabriel Jesus.

PSG: Sergio Rico; Kehrer, Dagba, Bakker, Di María, Gueye, Danilo Pereira, Paredes, Draxler, Neymar, Mbappe.

Next Post

Bupati Epyardi Bertekad Jadikan Solok Kabupaten Terbaik di Sumbar

Sel Mei 4 , 2021
SOLOK, KP – Bupati Solok H. Epyardi Asda, berjanji akan […]