Mendorong Ekspor Manggis Sumatera Barat Melalui Rumah Pengemasan

Oleh: Ir.M.H.Kayfi

          PMHP Madya pada Dinas Pangan

Provinsi Sumatera Barat

            SAAT ini pemerintah Indonesia sedang menggalakkan ekspor buah-buahan, karena negara kita merupakan daerah tropis yang menghasilkan buah-buahan yang banyak diminati oleh dunia Internasional. Salah satu dari buah tropis itu adalah buahmanggis yang merupakan komoditi ekspor penyumbang devisa bagi negara.

Manggis (Garcinia mangostana L) merupakan tanaman asli Indonesia, terkenal akan  kelezatannya, sehingga manggis mendapat julukan sebagai  ratunya buah  (queen of fruit). Buah manggis mempunyai cita rasa yang unik, karena memiliki komposisi rasa manis, asam, dan sepat. Selain dari cita rasa, juga mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan baik dari daging buah maupun kulitnya. Ekstrak kulit manggis menjadi bahan baku industri farmasi dan kosmetik. Selain kandungan mineral dan vitamin, manggis mengandung komponen kimia bersifat sebagai anti oksidan yang kuat yakni xanthone. Anti oksidan pada manggis memiliki aktivitas anti kanker, anti bakteri, dan anti inflamasi. Kulit buah manggis juga dapat digunakan sebagai bahan obat, pewarna alami, lotion penyegar kulit, salep untuk penyakit eksim atau penyakit kulit lainnya. Alasan ini memberi efek positif terhadap peningkatan permintaan manggis baik di pasaran domestik maupun manca negara.

Negara tujuan ekspor utama buah manggis adalah China, yang telah dibuka kembali pada Desember 2017  melalui penandatanganan Protocol of Phytosanitary Requirements for the Export of Mangosteen Fruits from Indonesia to China. Sesuai dengan protokol ekspor , buah manggis yang akan diekspor ke China harus berasal dari rumah pengemasanyang teregistrasi dan telah memenuhi persyaratan keamanan pangan, antara lain sanitasi dan higiene, adanya registrasi kebun manggis yang menunjukkan pemenuhan Good Agricultural Practices (GAP) pada tingkat budidaya, Good Handling Practices (GHP), dan adanya tracebility system. Produk hortikultura yang dikeluarkan dari rumah pengemasan teregister berarti telah memenuhi aspek minimal GAP dan GHP serta sudah dapat dijamin dalam hal keamanan dan mutunya.

 Rumah pengemasan (packing house ) adalah suatu bangunan beserta peralatan yang digunakan sebagai tempat menangani kegiatan penanganan pascapanen hasil hortikultura sejak dipanen sampai pengemasan dan siap didistribusikan ke pasar tujuan. Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD), Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat sebagai lembaga yang berhak menerbitkan registrasi rumah pengemasantelah menerbitkan sebanyak 5 (lima) nomor registrasi rumah pengemasan di Sumatera Barat. Untuk penerbitan nomor registrasi ini masih difasilitasi oleh pemerintah daerah melalui dana APBD, sehingga pelaku usaha tidak ada mengeluarkan biaya mulai dari pelaksanaan penilaian sampai terbitnya nomor register. Adapun nama-nama rumah pengemasan yang telah punya nomor registrasi di Sumatera Barat dengan rincian sebagai berikut:

No.NamaAlamatNomor RegistrasiMasa berlaku  
1.PT. Bumi Alam Sumatera  Jr. Sawah Laweh, Nagari Tungka, Kec. Situjuah Limo Nagari,Kab. Limapuluh KotaKEMTAN RI PH-13-07-0001-0818  20-08-2018 s/d 19-08-2021  
2.PT. Eshfar Buah SegarJl. Baru RT 02/RW 04, Kel. Talang, Kec.Payakumbuh Barat, Kota PayakumbuhKEMTAN RI PH-13-18-0002-0719  17-07-2019 s/d 16-07-2022  
3.PT. Andalas Fiddini AgrotamaJl. Lubuk Minturun Raya, Kota PadangKEMTAN RI PH-13-13-0003-0719  17-07-2019 s/d 16-07-2022  
4.PT. Asia Pacific DirgantaraJr. Gondo, Nagari Piobang, Kec. Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh KotaKEMTAN RI PH-13-07-0002-1120  02-11-2020 s/d 01-11-2023  
5.PT. Bintang KemuliaanJl. Lintas Pudung, Jorong Pudung, Desa Bawan, Kec. Ampek Nagari, Kab. AgamKEMTAN RI PH-13-06-0004-1220  16-12-2020 s/d15-12-2023

Rumah pengemasan (packing house) yang telah diregister ini secara terjadwal tetap dilakukan survey setiap tahun oleh Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD), Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat guna memantau penerapan sistem manajemen mutu agar dapat berjalan secara konsisten sehingga mutu produk dan keamanannya terjaga.

Menurut Kepala Karantina Pertanian Padang, Iswan Haryanto, manggis asal Sumatera Barat semakin diminati di luar negeri salah satunya negara China, dimana ekspor buah bernama ilmiah Garcinia mangostana ini ke negara tersebut periode Januari-Februari 2021 mencapai 1,8 ribu ton. Walaupun terbatasnya akses penerbangan ke sejumlah negara selama pandemi COVID-19, tidak mempengaruhi pengiriman komoditas pertanian asal Sumbar ke mancanegara. Adanya tren positif ekspor manggis ini, melalui penerbangan Garuda Indonesia Airlines (menyewa pesawat penerbangan charter rute Padang-Guangzhou secara khusus) menjadi alternatif bagi pelaku usaha ekspor manggis Sumbar demi terpenuhinya permintaan manggis dari China. Selanjutnya dikatakan, permintaan pasar luar negeri yang cukup tinggi harus didukung dengan pemenuhan persyaratan negara tujuan. Un tuk itu pelaku harus terus meningkatkan kualitas dan kuantitas eksportasi demi menyukseskan program gerakan tiga kali ekspor komoditas pertanian asal Sumbar.

Dari data perkarantinaan IQFAST di wilayah kerja Karantina Pertanian Padang tren ekspopr manggis asal Sumbar mengalami peningkatan setiap tahun. Awal Januari 2021, ekspor manggis sudah menunjukkan angka yang 1,8 ribu ton atau senilai Rp135,14 miliar dengan frekuensi pengiriman 183 kali tujuan Tiongkok. Selanjutnya, tercatat sepanjang 2019 dengan negara tujuan yang sama ekspor manggis disertifikasi sebanyak 151 kali dengan volume 256,5 ton atau senailai Rp14,11 miliar. Kemudian pada 2020 manggis telah disertifiasi sebanyak 197 kali dengan volume 2,4 ton dengan nilai mencapai Rp136,83 miliar yang diekspor ke China (Tiongkok).

Untuk memacu ekspor komoditas asal sub sektor hortikultura ini, juga dilakukan edukasi berupa informasi dan motivasi serta peninjauan langsung proses di rumah kemas dan alat angkut sampai pemenuhan protokol ekspor manggis melalui pemeriksaan karantina.

Disisi lain, petani manggis mengharapkan pembinaan dan pembelajaran dari penyuluh pertanian untuk bisa lebih meningkatkan produksi manggis serta mempercepat masa panen.Disamping itu juga perlu adanya pembekalan kepada petani manggis untuk klasifikasi manggis yang layak ekspor dan dijual di pasaran. Diharapkan dimasa datang, ekspor manggis Sumatera Barat mengalami peningkatan setiap tahun yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan petani. *

Next Post

Gubernur Mahyeldi Resmikan Pendirian SDIT Cinta Quran di Tanjung Balik

Rab Mei 26 , 2021
SOLOK, KP – Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah, Sabtu (22/5) […]