Menunggu Pengurus Baru Baznas Sumbar

SUDAH lebih setahun kepengurusan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumbar periode 2015-2020 berakhir, namun hingga kini pengurus baru masih belum dilantik juga.

Terlalu lama rasanya pergantian periode kepengurusan Baznas Sumbar kali ini. Padahal, nama-nama calon pengurus baru sudah ada berdasarkan hasil seleksi yang digelar pertengahan 2020 silam. Kabarnya, nama-nama calon pengurus itu sudah disetujui Baznas Pusat.

Maka, sudah sepatutnya pelantikan disegerakan saja. PemprovSumbar diharapkan tampil mengatasi lambatnya pelantikan ini. Apalagi, kiprah Baznas sangat ditunggu dalam mengatasi problema kemiskinan yang jumlahnya makin meningkat akibat pandemi covid-19.

Sudah saatnya pihak berwenang mengatasi problema (kalau ada) yang membelit lembaga perzakatan ini. Pemprov pun punya banyak lembaga yang bisa diturunkan untuk mengusut problema yang menyungkup lembaga perzakatan ini. Ada Inspektorat dan badan lainnya. Bahkan, polisi dan kejaksaan tentu tak keberatan menyelidiki problema yang tengah terjadi di lembaga perzakatan ini. Kalau persoalan itu bersifat pribadi tentu bisa dimaklumi. Namun kalau problemanya rawan, maka harus diambil tindakan cepat. Tak pantas lembaga zakat ini digantung tidak bertali. Sebab, Baznas Sumbar adalah milik daerah, milik umat yang tentunya perlu diselamatkan.

Kita tentu paham bahwa Baznas Sumbar yang berkantor di Masjid Raya Sumbar berbeda perannya dengan kepengurusan Masjid Raya Sumbaryang salah seorang pengurus lamanya sedang ‘istirahat’ di rutan Anak Air karena ‘mempermainkan’ uang kas masjid. Kita tentu tidak ingin menduga yang tidak-tidak dan oleh karena itu keterlambatan peralihan pengurus Baznas Sumbar perlu mengedepankan prinsip transparansi alias keterbukaan pada semua pihak.

Kalau memang benar ada yang tidak beres, tentu kitapun maklum. Tapi, warga duafa jangan sampai makin menderita disebabkan ada sesuatu yang mengganjal laju Baznas. Dan penguasa ‘rumah bagonjong’ sangat diharapkan tampil mencari jalan terbaik dalam mengatasi problema yang menyungkup lembaga semi-pemerintah ini. Ribuan warga duafa perlu diselamatkan. Seandainya hanya seorang yang berulah, apa boleh buat, tangan mencencang bahu memikul. *

Next Post

Puluhan Kali Beraksi, Sepak Terjang Raja Copet Kandas di Tangan Tim Klewang

Rab Mei 26 , 2021
PADANG, KP – Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang mengamankan seorang […]