NEKAT MUDIK LEWAT SUNGAI, Tiga Perantau Meregang Nyawa di Batang Kapur

LIMAPULUH KOTA, KP- Kerinduan nan membara bertahun-tahun tersekat dalam sanubariagaknya menjadi alasan bagi perantau untuk nekat pulang ke kampung halamannya di tengah larangan mudik yang diberlakukan pemerintah untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran covid-19.

Barangkalihal itu yang dirasakan empat perantau urang awak asal Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan dan Kota Payakumbuh yang mengadu nasib di Kota Duri, Provinsi Riau. Namun, tiga orang dari mereka meregang nyawa saat melintasi Sungai Batang Kapur demi menghindari pos penyekatan di daerah perbatasan Sumbar-Riau, setelah biduk yang mereka tumpangi terbalik dan hanyut diterjang derasnya arus sungai, Rabu lalu (12/5).

Tiga pemudik yang hanyut masing-masing Rajid (30 tahun) dan Fadil Irsandi (21 tahun) dari Nagari Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan dan Novi Arismen (31 tahun) dari Kota Payakumbuh. Jasad ketiganya ditemukan dalam kondisi mengambang sejauh puluhan kilometer dari lokasi awal biduk terbalik. Sedangkan Rahman Rahim (21 tahun) asal Payakumbuh berhasil selamat dalam musibah itu.

Keterangan yang dihimpun KORAN PADANG dari sejumlah aparat menjelaskan keempat pemudik itu menghindari pos penyekatan di perbatasan Sumbar-Riau dengan menggunakan perahu dari Desa Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar, Riau menuju Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota.Namun dalam perjalanan, tepatnya di Nagari Muaro Paiti, Kecamatan Kapur IX, perahu yang ditumpangi terbalik dan tiga orang dinyatakan hilang.

Kepala Pos SAR Limapuluh Kota, Robi Saputra mengatakan jasad Rajidditemukan mengambang terseret ke arah hilir sungai Batang Kapur di Desa Tanjung Kecamatan Koto Kampar Hulu, Jumat (14/5) sekitar pukul 07.25 WIB. Berselang dua jam setelah penemuan korban pertama, Basarnas kembali menemukan korban atas nama Fadil Irsandi asal Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan.Jasad Fadil ditemukan di Nagari Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (14/5) sekirapukul 09.27 WIB. Kemudian jasad Novi Arismen asal Kota Payakumbuhditemukan tim Basarnas dalam keadaan mengambang di aliran Batang Kapur.

“Setelah menjalani pemeriksaan oleh pihak medis, ketiga jasad korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan,” terang Robi Saputra. (dst)

Next Post

Gubernur Mahyeldi Disarankan Ambil Alih Pengendalian Covid-19

Ming Mei 16 , 2021
PADANG, KP – Ketua Penggagas Peraturan Daerah (Perda) Adaptasi Kebiasaan […]