Pasaman Meningkat Menjadi Kabupaten Maju Berdasarkan IDM Tahun 2021

LUBUKSIKAPING, KP – Indeks Desa Membangun (IDM) merupakan program pendataan dari Kementrian Desa dalam bentuk indeks komposit yang dibentuk berdasarkan tiga indeks, yakni Indeks Ketahanan Sosial, Indeks Ketahanan Ekonomi dan Indeks Ketahanan Ekologi/Lingkungan. 

Perangkat indikator dalam IDM tersebut dikembangkan berdasarkan konsepsi bahwa untuk menuju desa maju dan mandiri perlu kerangka kerja pembangunan berkelanjutan. Di mana aspek sosial, ekonomi dan ekologi menjadi kekuatan saling mengisi dan menjaga potensi serta kemampuan desa untuk mensejahterakan kehidupan desa. Hal tersebut disampaikan Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar TPP (Tim pendamping profesional) Kemen Desa Kabupaten Pasaman, Fety Anggreini Dewi di Lubuk Sikaping, Jumat (30/4).

Dikatakannya, IDM digunakan untuk memotret perkembangan kemandirian desa berdasarkan implementasi Undang-undang Desa yang digambarkan dalam status perkembangan desa, yaitu Desa Mandiri, Desa Maju, Desa Berkembang, Desa Tertinggal dan Desa Sangat Tertinggal. “Pengisian IDM ini sudah ada sejak tahun 2016 yang dimulai dengan manual exel, namun sejak tahun 2019 sampai sekarang sudah menggunakan aplikasi. IDM diisi atau diinput nagari, yaitu oleh salah seorang perangkat yang ditugasi Wali Nagari,” terangnya. 

Status IDM Nagari se-Pasaman sejak tahun 2019 kata dia, selalu mengalami peningkatan. Hal itu karena penggunaan dana desa dan program pembangunan pemerintah yang baik. Berdasarkan data IDM tahun 2020, Pasaman masuk Kabupaten Berkembang dengan rincian 4 Nagari Mandiri, 7 Nagari Maju, 21 Nagari Berkembang dan 5 Nagari Tertinggal.

Namun kata Fety, di tahun 2021, status Kabupaten Pasaman sesuai data IDM kembali meningkat menjadi Kabupaten Maju. Dengan rincian 4 merupakan Nagari Mandiri, 11 Nagari Maju, 21 Nagari Berkembang dan 1 Nagari Tertinggal. “Sementara untuk Nagari sangat tertinggal sudah tidak ada lagi di daerah kita ini,” kata dia. 

Lebih jauh disampaikannya, untuk daerah Pasaman ada beberapa Nagari yang naik greetnya dari nagari/desa tertinggal menjadi nagari berkembang. “Empat nagari berkembang itu yakni Nagari Binjai, Alahan Mati, Muara Tais dan Silayang. Status IDM 4 Nagari Berkembang ini sebagai penyumbang status Kabupaten Pasaman Maju,” sebutnya.  

Selanjutnya, dari nagari berkembang ke nagari maju yakni, nagari Aia Manggih, Padang Mentinggi, Koto Rajo, serta Tanjung Betung. Dijelaskannya, IDM itu sebagai dasar nagari untuk perolehan dana desa tahun 2022 mendatang. “IDM merupakan salah salah satu parameter yang digunakan Kementerian Keuangan dalam menghitung dan menetapkan alokasi dana. Jika nagari/desa tidak melakukan pembaharuan/updating data IDM, maka data yang akan digunakan adalah data IDM tahun sebelumnya,” tukasnya. (nst)

Next Post

Jalan Lintas Koto Tangah Tertimbun Material Longsor

Ming Mei 2 , 2021
LUBUKSIKAPING, KP – Jalan penghubung Kabupaten di Jorong Koto Tangah, […]