Pembangunan Rumah Bu Nini yang Alami Gangguan Jiwa di Sungai Nanam Terkendala Upah Tukang

SOLOK, KP – Ketua Yayasan Generasi Peduli Kenagarian Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok, Masriwal dan Ketua Dewan Pembina Mulyono menyebutkan, proses pembangunan rumah Bu Nur Aini yang mengalami gangguan jiwa di Dusun Puncak Ngarai, Jorong Taratak Tangah, Nagari Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok sudah sesuai rencana. Namun saat ini mereka terkendala upah tukang.

“Alhamdulillah untuk proses pembangunan dan juga bahan bangunan berjalan lancar. Hanya saja saat ini kita terkendala masalah upah tukang,” terang Masrwal, Senin (10/5) di Sungai Nanam.

Rumah yang ditempati Bu Nur Aini atau bu Nini (40 tahun) bersama anaknya yang juga mengalami gangguan jiwa, yakni Neri Fidia Yanti (23) itu sungguh tidak layak huni. Selain lapuk, atapnya juga sudah bocor dan dinding terbuat dari papan yang sudah rapuh. Rumah itu juga tidak terurus. Nasib keluarga itu sangatlah malang. Selain tinggal di rumah tidak layak huni, kalau hujan kebocoran, kalau malam dingin menusuk, satu keluarga itu juga mengalami gangguan jiwa. Nasib keluarga itu belum tersentuh bantuan negara, baik Pemerintah Nagari atau Kabupaten maupun Baznas dan Dinas Sosial.

Menurut cerita warga setempat, Riki (40 tahun), Bu Nini mempunyai 4 orang anak, sedangkan suami sudah lama pergi. Adapun anak bu Nini, yakni Neri yang mengalami ganguan mental dan Rafi (19 tahun) namun jarang pulang. Sementara anak yang dibawa suami bernama Rika (17 tahun) saat ini tidak ada kabar. Anak yang bersamanya yakni Neri Fidia Yanti, juga sudah memiliki 1 orang anak. Namun suaminya sudah lama tidak pulang dan merupakan orang Parak Tabu, Sungai Nanam bernama Eka alias Pakiah, juga mengalami gangguan mata alias rabun.

Untuk itu pengurus Yayasan Generasi Peduli Kenagarian Sungai Nanam yang diketuai Masriwal dan Ketua Dewan Pembina Mulyono, sejak awal sudah bertekad membantu perbaikan rumah keluarga malang itu. Awalnya pengurus yayasan Sungai Nanam tampak sangat prihatin dan terpukul dengan apa yang dialami keluarga itu. Apalagi menurutnya di saat pejabat hidup berfota-foya di rumah mewah dan serba kecukupan. Sementara di sisi lain ada saudara mereka yang tinggal dan hidup jauh di bawah kekurangan dan sangat miskin.

“Insya Allah kita akan terus berbuat dan membantu untuk pengobatan dan bantuan untuk bisa memiliki rumah layak huni. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan bagi kita semua. Kalau bukan kita, siapa lagi yang peduli mereka,” sebut Masriwal waktu itu.

Bersama KPM, IKTT, IKLG dan masyarakat, kini proses pembangunan rumah bu Nur Aini sudah hampir siap.  Hanya saja mereka terkendala upah tukang yang besarnya masih kurang sekitar Rp8 juta lagi. Selain mencarikan jalan keluar untuk bedah rumah, yayasan tersebut sekaligus juga sudah membawa keluarga itu untuk berobat.

Pihaknya berharap kepada para dermawan untuk bisa menyisihkan titipan Allah SWT berupa rezeki untuk diberikan kepada mereka yang membutuhkan. “Bagi donatur dan dermawan yang ingin membantu, silahkan kirimkan ke Rek Yayasan Generasi Peduli Kenagarian Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti Akta notaris Yeni Gusnita no:123 Tgl 11 Juni 2020,” jelas Masriwal.

Bantuan bisa disalurkan ke No rek BRI Yayasan No.5542-01-027990-53-8 atas nama Yayasan Generasi Peduli Kenagarian Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok. (wan)

Next Post

Kabupaten Solok Kembali Raih WTP dari BPK RI

Sen Mei 10 , 2021
SOLOK, KP – Kabupaten Solok kembali meraih WTP dari BPK RI […]