Pemko Payakumbuh tak Konsisten dengan Perda Kawasan Tanpa Rokok

PAYAKUMBUH, KP – Akhir-akhir ini Pemerintah Kota Payakumbuh di bawah kepemimpinan Walikota Riza Falepi dituding banyak pihaknya tidak konsisten lagi dengan Peraturan Daerah (Perda) yang dibuat. Sebagai contoh, Perda Nomor 15 tahun 2011 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Perda tersebut bertegas-tegas menyatakan setiap orang yang berada pada kawasan dilarang merokok, dilarang melakukan kegiatan memproduksi atau membuat rokok, menjual rokok, menyelenggarakan iklan rokok, mempromosikan rokok dan merokok.  

Tidak diketahui dengan jelas, kenapa Pemko Payakumbuh tidak konsisten lagi dengan Perda yang dibuat sendiri. Terbukti, sudah ada sejumlah iklan rokok muncul di tempat-tempat umum, baik berbentuk iklan rokok lewat media spanduk dan space iklan neonbox dipasang di sepanjang jalan di Kota Payakumbuh.

Berdasarkan hasil pantauan KORAN PADANG, iklan rokok yang mencolok terpajang di Jalan Sukarno Hatta Kawasan Ngalau atau tepatnya batas Kota Payakumbuh dengan Kabupaten Limapuluh Kota. Sedikitnya di lokasi itu telah terpajang 5 space iklan rokok neonbox merek salah satu produksi rokok. Tak jauh dari lokasi tersebut, tepatnya sekitar SPBU Ngalau Sampik, terpampang pula spanduk rokok berisikan ucapan Selamat Idul Fitri.

Banyaknya bermunculan iklan rokok di kota yang telah melahirkan Perda rokok itu juga mulai merambah di kafe-kafe di Kota Payakumbuh. Tidak diketahui dengan jelas, apakah Pemko Payakumbuh dalam hal ini Satpol PP sebagai penegak Perda tidak tahu bermunculannya iklan rokok tersebut. Yang pasti, atas bermunculannya iklan rokok tersebut banyak pihak menilai Pemko Payakumbuh tidak konsisten lagi dengan Perda Rokok yang telah dibuatnya.  

Padahal dalam Perda Nomor 11 tahun 2011 sangat tegas dinyatakan, pimpinan atau penanggungjawab kawasan tanpa rokok berkewajiban membuat dan memasang tanda/petunjuk/peringatan dilarang merokok. Kemudian wajib memberikan teguran, peringatan dan melarang adanya iklan, promosi dan pemberian sponsor di Kawasan Tanpa Rokok yang menjadi tanggung jawabnya.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Payakumbuh, Yendri Bodra Dt. Parmato Alam ketika diminta komentarnya terkait banyaknya bermunculan iklan rokok di daerah itu menyatakan keprihatinnya atas tidak konsisten atau tidak jalannya pengawasan Perda rokok di daerah tersebut. “Bermunculannya iklan rokok itu seperti ada pembiaran oleh Pemko Payakumbuh. Kita minta Pemko Payakumbuh menertibkan iklan-iklan berbau rokok tersebut, baik yang ada di jalanan maupun di kafe-kafe,” tegasnya.

Dinyatakan calon kuat Walikota Payakumbuh 2024 itu, terkait adanya iklan rokok di kawasan Ngalau batas kota Payakumbuh berbentuk neonbox dia meminta awak media mengkonfirmasi langsung kepada Walikota. Sebab tapal batas di wilayah tersebut masih berpolemik antara Pemko Payakumbuh dengan Pemkab Limapuluh Kota.

Sementara itu Kasatpol PP Kota Payakumbuh Devitra, ketika diminta awak media komentarnya terkait bermunculannya iklan rokok, khususnya iklan rokok dalam bentuk neonbox di kawasan Jalan Sukarno Hatta, Ngalau, menyatakan lokasi terpajangnya iklan rokok tersebut berada di wilayah Kabupaten Limapuluh Kota.

Meskipun Devitra menyatakan iklan rokok berbentuk neonbox tersebut masuk wilayah Kabupaten Limapuluh Kota, namun masyarakat Kota Payakumbuh tahu, gerbang Selamat Datang Kota Payakumbuh sebagai tanda batas wilayah administrasi Pemerintahan Kota Payakumbuh dengan Pemerintahan Kabupaten Limapuluh Kota dulu pernah berdiri megah berjarak sekitar 300 meter dari lokasi terpajangnya iklan rokok berbentuk neonbox tersebut. (dst)

Next Post

DPRD Limapuluh Kota Ungkap Banyak Ditemukan Pungli di Kawasan Objek Wisata Lembah Harau

Sen Mei 17 , 2021
LIMAPULUH KOTA, KP – DPRD Kabupaten Limapuluh Kota pada rapat paripurna […]