Pengunjung Membludak, Pariaman Tutup Semua Objek Wisata

PARIAMAN, KP – Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman mendadak memutuskan untuk menutup destinasi wisata di kota tersebut mulai Minggu (16/5). Keputusan itu ditetapkan dalam rapat mendadak yang digelar pada Minggu dinihari.

Akun resmi Kominfo Kota Pariaman merilis, rapat forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) bersama organisasi perangkat daerah tersebut digelar karena ada perkembangan baru terkait penyebaran covid-19. Disebutkan, daerah tetangga Kota Pariaman saat ini berada zona oranye dan merah. Maka, untuk mengantisipasi timbulnya klaster baru covid-19 di lokasi wisata, Pemko Pariaman memutuskan menutup lokasi wisata. Sebelumnya, selama tiga hari libur Lebaran, terjadi peningkatan kunjungan ke Kota Pariaman. Apalagi, berdasarkan zonasi, Pariaman merupakan salah satu dari empat daerah di Sumbar yang diperbolehkan membuka objek wisata.

Walikota Pariaman, Genius Umar mengatakanrapat mendadak tersebut memutuskanseluruh objek wisata di Kota Pariaman ditutup pada Minggu (16/5) dan Senin (17/5). Pengamanan dan pengawasan melibatkan personel gabungan Satgas Covid-19 bersama unsur TNI dan Polri. Semua pintu masuk objek wisata dijaga ketat oleh tim gabungan tersebt.

“Pemko Pariamanakan berupaya keras untuk mengantisipasi masyarakat Kota Pariaman agar terhindar dari penyebaran covid-19,” kata Wako Genius.

Berdasarkan catatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, pada H+1 lebaran atau Jumat (14/5), kunjungan ke berbagai objek wisata di Pariaman membludak, mencapai total 3.128 orang. Para wisatawan tercatat mengunjungi Pantai Gandoriah, Pantai Kata, dan Pulau Angso Duo.

Sementara, Kapolres Pariaman,AKBP Deny Rendra Laksamana mengatakanpenutupan seluruh tempat wisata yang ada di Kota Pariaman dilakukan berdasarkan hasil analisa dan evaluasi yang dilakukan beberapa hari sebelumnya.

Ia menjelaskan, pembukaan objek wisata sebelumnya berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan oleh gubernur yang menyatakanbahwa Kota Pariaman merupakan salah satu kota yang masuk dalam kategori zona kuning. Jadi, Kota Pariaman diperbolehkan melakukan Salat Ied dan membuka tempat wisatadengan ketentuan menetapkan protokol kesehatan ketat.

“Penutupan tempat wisata ini kita lakukan semata-mata agar tidak menyebabkan Kota Pariaman menjadi zona oranye atau merah. Untuk itu kita segera antisipasi,” ungkap Deny sembari menyebut pihaknya bersama unsur terkait akan melakukan evaluasi apakah penutupan objek wisata ini cuma sampai Senin (17/5) atauakan diperpanjang.

Ditambahkannya, ada sembilan pos penyekatan yang dibuat untuk menutup akses ke tempat wisata yang ada di Kota Pariaman. Akses tersebut diantaranya delapan pos bersifat stasioner dan satu pos mobile yang bertugas untuk menghalau pengunjung yang lolos masuk dari penyekatan atau yang masuk melewati jalur tikus.

Delapan pos stasioner adalah Pos Simpang Muaro, Stasiun, Simpang Tugu Asean, Simpang Rumah Bupati, Simpang TPI, Simpang Muaro Sunur, Simpang Penangkaran Penyu, dan Simpang Talao Green. Sedangkan pos yang bersifat mobile adalah di Pantai Gandoriah. (war/*)

Next Post

Apel Perdana Pasca Cuti Lebaran, Wabup Sabar AS Minta ASN Tingkatkan Kinerja

Sen Mei 17 , 2021
LUBUKSIKAPING, KP – Wakil Bupati Pasaman, Sabar AS mengimbau seluruh […]