SEGMEN SIANOK MENGGELIAT, Dua Gempa Dangkal Guncang Bukittinggi

BUKITTINGGI, KP – Gempa bumi dengan magnitudo 3,3 mengguncang Kota Bukittinggi sebanyak dua kali pada Kamis siang (6/5).

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Padangpanjang, Irwan Slamet mengatakanepisenter gempa bumi terletak pada koordinat 0.29 lintang selatan (LS) dan 100.26 bujur timur (BT) atau tepatnya berlokasi di darat pada 12 kilometer arah Barat Laut Kota Bukittinggidengan kedalaman 10 kilometer.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar Sumatra segmen Sianok,” katanya.

Irwan menjelaskan, guncangan gempa dirasakan di Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam dengan skala II-III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu) dan Kota Padangpanjang serta Tanahdatar dengan skala II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan BMKG menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami, juga karena gempa berpusat di darat.

“Hanya ada gempa susulan dengan magnitudo yang sama,” katanya.

Ia meminta kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ia juga menyarankan masyarakat memerika bangunan tempat tinggal sebelum kembali ke dalam rumah pasca-gempa.

Sebelumnya, gempa dengan magnitudo 5,7 terjadi di Kepulauan Mentawai pada Rabu (5/5) pukul 08.24.35 WIB dengan kedalaman 41 km. BMKG melansir gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di bidang kontak antar lempeng atau biasa dikenal sebagai zona megathrust.

“Gempa ini memiliki mekanisme sumber pergerakan naik (thrust fault) yang merupakan salah satu indikasi kuat bahwa gempa ini memang terjadi di zona megathrust,” ungkap Koordinator Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, melalui siaran persnya.

Gempa pada Rabu (5/5) adalah gempa signifikan kedua selama bulan Mei 2021 karena sebelumnya pada Senin (3/5) Pulau Sipora juga digetarkan oleh gempa dengan magnitudo 5,7. Gempa ini juga terletak pada Segmen Megathrust Mentawai-Siberut yang diprediksi menyimpan energi magnitudo 8,9.

Sebelumnya, Pulau Sipora juga sudah beberapa kali diguncang gempa kuat seperti pada 8 Desember 1972 (Mag 6,1), 11 Mei 1994 (Mag 6,6), 25 Februari 2008 (Mag 7,2), dan 3 Maret 2009 (Mag 6,2).

Daryono menyarankan dua gempa yang terjadi dalam tiga hari di Mentawai itu patut diwaspadai karena zona itu merupakan kawasan seismic gap Sumatra yang berpotensi terjadinya gempa besar. (pkt)

Next Post

LEICESTER CITY VS NEWCASTLE UNITED, Memburu Kado Terindah

Kam Mei 6 , 2021
LEICESTER, KP – Leicester City akan menghadapi Newcastle United pada […]