Sentra Rendang Senilai Rp24,3 Miliar Akan Dibangun di Lubuk Buaya

PADANG, KP – Pemko Padang melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) akan membangun gedung sentra rendang di Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah. Gedung sentra rendang tersebut nantinya akan menampung sekitar 10 Industri Kecil Menengah (IKM) yang bergerak di bidang pembuatan kuliner rendang yang merupakan makanan khas Sumatra Barat.

Kepala Disnakerin Kota Padang, Suardi menyatakangedung tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 5112 meter milik Pemko Padang dengan menghabiskan biaya sekitar Rp24,3 miliar yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perindustrian RI.

“Pembangunannya direncanakan akan dimulai selepas Hari Raya Idulfitri 1442 H, di sini nanti akan menjadi pusat kuliner rendang terbesar di Kota Padang,” ujarnya saat mengunjungi lahan yang akan dijadikan lokasi pembangunan gedung sentra rendang tersebut, Senin (3/5).

Dipilihnya lokasi tersebut, terangnya, selain karena status lahan yang sudah clean and clear, juga sesuai dengan lokasi prioritas Bappenas yakni berada di radius 20 Km dari objek wisata.

“Lokasi ini berada dekat dengan bandara, objek wisata Pantai Pasir Jambak, Pantai Padang dan Pantai Air Manis, jadi di mana ada industri di situ ada pariwisata,” tambahnya.

Selain menjadi pusat IKM, nantinya gedung ini juga akan dimanfaatkan sebagai wadah promosi bagi usaha-usaha kuliner rumahan (UMKM) yang ada di Kota Padang, khususnya masyarakat sekitar.

“Kita juga akan menyediakan galeri, jadi masyarakat yang memiliki usaha kuliner dapat menitipkannya di galeri tersebut,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Camat Koto Tangah, Junie Nursyamza mengatakanpihaknya sangat mendukung berdirinya gedung sentra rendang di wilayahnya.Ia berharap, keberadaan gedung sentra rendang tersebut nantinya dapat dimaksimalkan masyarakat guna meningkatkan perekonomian melalui usaha kuliner.

Juni juga yakin keberadaan gedung tersebut juga akan menjadi magnet bagi wisatawan, sehingga dengan banyaknya wisatawan yang datang maka masyarakat dapat menghasilkan bermacam industri rumah tangga, baik itu industri kuliner maupun industri rumah tangga lainnya yang bernilai ekonomis.

“Dengan demikian, upaya meningkatkan ekonomi berbasis masyarakat dapat diwujudkan serta juga dapat menciptakan peluang usaha baru dan membuka lapangan kerja,”pungkasnya. (ip)

Next Post

SATU-SATUNYA FINALIS PEREMPUAN MTQ INTERNASIONAL, Elum Nur Risman Siap Tampilkan Kemampuan Terbaik

Sel Mei 4 , 2021
LUBUKBASUNG, KP – Jelang babak final Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) […]