Tiga Kali Ditunda, Payakumbuh Fashion Show Muslimah Sukses Digelar

PAYAKUMBUH, KP – Dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat, kegiatan Payakumbuh Fashion Show Muslimah sukses digelar, Minggu (23/5). Dalam acara yang bertempat di Gedung Serbaguna Sawah Padang itu menampilkan karya-karya pakain desainer lokal dengan mengangkat tema Luak 50.

Untuk diketahui, acara tersebut diadakan Dinas Pariwisata Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) dengan gagasan dana pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Provinsi Sumbar, Nurkhalis Dt Bijo. Nurkhalis saat dihubungi KORAN PADANG, Senin (24/3) mengatakan, gagasan acara Fashion Show Muslimah telah tercetus dari satu tahun lalu. Tujuan utamanya untuk mewadahi karya para ibu-ibu yang diberikan pelatihan menjahit. “Untuk meningkatkan kreatifitas peserta jahit perlu iven untuk memacu ilmu yang telah didapatkan, salah satunya fashion show muslimah,” katanya.

Dia menyampaikan, dari hasil desainer yang ditampilkan mengangkat tema Luak 50, ada pakaian yang terinspirasi dari kelok sembilan, dari makanan khas Luak 50 yaitu Galamai, ada juga yang terinspirasi dari bunga. “Dengan mengangkat tema Luak 50, maka diharapkan mampu mengangkat potensi pariwisata Payakumbuh-Limapuluhkota, dengan menggeliatnya pariwisata akan memberikan dampak positif bagi sektor UMKM daerah setempat,” paparnya. 

Dia menerangkan, dalam pelaksanaan ivent Payakumbuh Fashion Show Muslimah telah tertunda tiga kali dikarenakan situasi dan kondisi yang belum memungkinkan, meski mengundang kekhawatiran masyarakat, acara tetap dilaksanakan dengan prokes ketat. Terkait ivent tersebut kata dia, merupakan rangkaian dari iven yang pertama dilakukan, yakni Payakumbuh Fashion & Food Festival 2021. Di mana bertujuan memperkenalkan kekayaan budaya dan kuliner yang dimiliki Kota Payakumbuh bisa terus dilestarikan. 

“Sementara yang sekarang, bertujuan mengubah cara berpakaian generasi milenial yang terus mengikuti zaman. Sementara Luak 50 yang merupakan Luak tertua di Minangkabau, sangat menjunjung ABS-SBK dalam berpakaian maupun dalam kehidupan sehari-hari,” katanya. 

Dia menambahkan, yang paling penting dari acara tersebut adalah bagaimana upaya pihaknya menggerakkan kembali roda ekonomi pada masa pandemi. Dalam masyarakat banyak segmen, salah satunya yang bergerak pada bidang fashion, setidaknya mereka akan terbantu melalui ivent tersebut. Selain bersinergi dengan Dinas Pariwisata, acara tersebut juga bekerjasama dengan Event Organizer (EO) “Madina Cipta Kreasi” yang telah membantu menyukseskan.

Sementara itu salah satu desainer yang andil dalam ivent tersebut, yakni Defi Yudiana memukau dengan menampilkan pakaian yang terinspirasi dari kelok sembilan yang juga salah satu icon di Sumbar. Selain itu icon kelok sembilan juga terletak di Luak 50 dan sebagai penghubung ke provinsi tetangga. “Pada acara ini saya menampilkan empat karya, dengan mempresentasekan filosofis luak 50, dengan perpaduan warna khas daerah Payakumbuh-Limapuluh Kota, yaitu biru dengan perpaduan warna yang lain,” katanya. 

Menurutnya, Payakumbuh Fashion Show muslimah merupakan ivent yang menginspirasi. Sebagai desainer lokal dirinya terpacu untuk melahirkan karya-karya kreatif. Sehingga ia ingin banyak belajar dan memacu diri, bekerja keras dalam menampilkan desain yang mempresentasekan kelok sembilan hingga melakukan riset dan mempelajari bagaimana lebih baiknya pakaian. (fai)

Next Post

MUSRENBANG RPJMD TANAHDATAR 2021-2026, Bupati Eka Putra Tekankan Sektor Pendidikan Harus Dapatkan Perhatian

Sen Mei 24 , 2021
BATUSANGKAR, KP – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) merupakan salah satu […]