20 Juni 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

BUKAN BAGIAN DARI RITEL ALFAMART, Nagari Mart Terapkan Program ‘Sato Sakaki’

PADANG, KP – PT Nagari Minang Sakato kembali menegaskan bahwa minimarket Nagari Mart sama sekali tidak ada afiliasi dengan jejaring ritel Alfamart atau Indomaret. Hal itu disampaikan Direktur Utama (Dirut) PT Nagari Minang Sakato, Nasirman Chan didampingi komisaris perusahaan, Fakhrizal dalam jumpa pers di salah satu restoran di Kota Padang, Kamis (10/6). Sebelumnya, tudingan bahwa Nagari Mart berafiliasi dengan ‘Alfamart disampaikan massa Aliansi Pedagang Sumatra Barat yang melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Sumbar, Jl. Sudirman, Padang, Senin lalu (7/6).

Nasirman Chan menjelaskan saham Nagari Mart dimiliki oleh dirinya bersama empat orang lain yang merupaka putra daerah Pariaman dan satu orang lagi dari Bukittinggi. Pihaknya telah memiliki legalitas dan mengantongi izin pendirian Nagari Mart, mulai dari akta notaris, akta dari Kementerian Hukum dan HAM, dan sebagainya.

Ia menduga ada kesalahpahaman dalam prinsip kerja Nagari Mart sehingga muncul tudingan tersebut. Dijelaskannya, PT Nagari Minang Sakato mendirikan Nagari Mart dengan program Kerjasama Operasi Ekonomi Berbagi (Kasoebi) dan menerapkan sistem bagi hasil. Konsep ‘Kasoebi’ atau ‘sato sakaki’ ini terdiri dari operator selaku badan usaha yang menjalankan operasional toko/minimarket dalam hal ini adalah Nagari Mart sendiri, landlord yang merupakan pemilik tanah dan bangunan toko, serta investor selaku pihak yang menyediakan dana untuk pembelian peralatan gerai.

“Namun karena Nagari Mart belum memiliki sistem-sistem ritel seperti pengelolaan barang dagangan, manajemen ketenagakerjaan, dan sistem akuntansi serta perpajakan maka kita meminta Alfamart untuk menjadi fasilitator. Jadi, fasilitator ini membantu dari sisi manajemen ritel hingga pembukuan dan pengurusan perpajakan,” tutur Nasirman Chan.

Dengan demikian, Alfamart sama sekali tidak memiliki saham atau kepemilikan dalam bentuk apapun di Nagari Mart karena statusnya hanya sebagai fasilitator. Oleh karena itu, ia heran dengan tudingan yang menyebutkan Nagari Mart berafiliasi dengan Alfamart. Apalagi adapula tudingan karyawan Nagari Mart berasal dari Alfamart Pekanbaru.

“Yang benar itu karyawan kita training di situ (Alfamart Pekanbaru -red ) agar tahu bagaimana cara melayani orang, berkomunikasi. Sebab hari ini dunia usaha telah maju. Kita harus menyesuaikan. Jadi saya tegaskan, semua karyawan Nagari Mart adalah putra daerah, bisa cek sendiri kok,” tuturnya.

Ia tidak ingin menduga-duga latar belakang munculnya tudingan tidak benar terhadap Nagari Mart, apakah karena adanya persaingan bisnis atau murni karena kekhawatiran masyarakat Sumbar akan masuknya Alfamart. Yang jelas, pihaknya berkeinginan menumbuh-kembangkan dan memajukan potensi ekonomi daerah khususnya pada sektor ritel.

Dia juga mengatakan, di tengah pandemi ini banyak perusahaan mengurangi karyawannya. Dengan adanya kesempatan ataupun peluang membuka ritel ini, akan ada lowongan pekerjaan baru bagi masyarakat Sumbar.

Ketika ditanya, kenapa dua gerai Nagari Mart didirikan di Padangpariaman, Nasirman menjawab karena perusahaan ini baru dan masih belum kuat dari segi finance namun karena di sana lahan dan gedungnya milik investor makanya dibangun di sana.

“Sengaja dibangun di sana, karena gedung itu milik investor. Nanti ke depan akan kita kembangkan lagi,” kata dia.

Pihaknya juga tidak trauma dengan munculnya persoalan ini, justru membuat Nagari Mart semakin termotivasi melakukan pengembangan atau ekspansi ke daerah-daerah lain, salah satunya di Payakumbuh di mana sudah ada investor yang menyatakan minatnya untuk bergabung dalam konsep Kasoebi atau ‘Sato Sakaki’ dalam pendirian Nagari Mart.

Sementara, Fakhrizal selaku komisaris PT Nagari Minang Sakato berharap dari kejadian ini masyarakat dapat memahami fakta-fakta yang sebenarnya dan tidak mudah percaya begitu saja dengan isu yang tidak jelas kebenarannya. Ia juga mengambil hikmah dari kejadian ini karena membuat Nagari Mart telah viral dan diketahui masyarakat luas. (ak)