20 Juni 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

KASUS SODOMI TIGA ANAK, Polisi Tetapkan Pengasuh Ponpes Sebagai Tersangka

SOLOK,KP – Polisi telah melakukan gelar perkara kasus pencabulan anak di bawah umur yang dilakukan seorang pengasuh Pondok Pesantren M. Natsir di Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok. Hasil gelar perkara, pengasuh yang diketahui berinisial MS (29 tahun) ditetapkan sebagai tersangkatindakan sodomi terhadap tiga orang anak yang merupakan anak warga sekitar lingkungan pondok pesantren.Pelaku merupakan warga Genteng Bandar Lor 54, kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Kasat Reskrim Polres Arosuka, Iptu Rifki Yudha Ersanda mengatakanpihaknya sebelumnya telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), memeriksa pimpinan pengurus pondok pesantren dan memeriksa para korban dan orangtuanya dan kemudian dilakukan gelar perkara hingga berujung pada penetapan MS sebagai tersangka.

“Saat ini kita masih melacak keberadaan tersangka. Sebab, pasca-kasus ini terungkap, tersangka melarikan diri dan kami sedang memburunya,” ujarnya, Kamis (10/6).

Rifki mengungkapkanpihaknya telah melakukan visum terhadap korban. Seluruh korban merupakan pelajar yang masih berusia 10-12 tahun.Modus pencabulan ini, kata dia, dilakukan tersangka dengan mengajak korban dan diiming-imingi bermain game. Tindakan pencabulan dilakukan di salah satu area pondok pesantren.

“Terduga pelaku membeli tabletkemudian korban diiming-imingi main game. Perbuatan cabul ini dilakukan di lingkungan pondok pesantren itu,” jelasnya.

POLISI SEGEL KAMAR YANG DIGUNAKAN PELAKU

Polres Solok juga telah menyegel kamar yanhg digunakan tersangka saat mencabuli korban. Kapolres Solok,AKBP Azhar Nugroho didampingi Kasat Reskrim Iptu Rifki Yudha Ersanda mengatakankamar yang disegel tersebut berada di lantai dua ponpes.

“Kamar itu digunakan pelaku sehari-hari dan juga digunakan untuk nongkrong. Ruangannya terbuka, berada di lantai dua,” ucapnya.

Selain tempat santai,ruangan itu diperuntukkan bagi pengurus masjid dan tempat tinggal pengasuh ponpes. Informasinya, pimpinan ponpes tidak meperbolehkan pihak lain masuk keruangan itu, termasuk anak-anak. Namun tersangka justru membawa anak-anak ke ruangan tersebutdan melakukan sodomi. (wan/lgm)