20 Juni 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Pemkab Agam Gelar Sosialisasi UKM Hadapi Pandemi Covid-19

LUBUKBASUNG, KP – Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Kominfo Kabupaten Agam menggelar sosialisasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam menghadapi Pandemi Covid-19 di Aula Utama Kantor Bupati Agam, Kamis (10/6). Acara itu dibuka secara resmi oleh Bupati Agam diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Perekonomian dan Keuangan, Isman Imran. Dengan menghadirkan narasumber dari Widya Iswara UPT Koperasi dan Usaha Kecil menengah, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumbar, Muzwizar Antoni.

Plt Sekretaris Diskominfo Agam, Jhoni Indra mengatakan, kegiatan tersebut diikuti 34 orang peserta dari perwakilan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang bergerak di bidang seni budaya, perikanan, usaha ekonomi menengah dan pariwisata.

Dikatakannya, dalam upaya mewujudkan Agam sebagai kabupaten cerdas (smart regency), sangat dibutuhkan keterlibatan dan dukungan seluruh stakeholder, khususnya Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). “KIM ini dibentuk masyarakat dan untuk masyarakat yang secara mandiri dan kreatif mengelola informasi guna meningkatkan nilai tambah bagi kelompok tersebut,” ujarnya.

Dijelaskannya, di masa Pandemi Covid-19, KIM menjadi tempat bagi masyarakat agar dapat meningkatkan perekonomiannya. “Oleh sebab itu dengan adanya sosialisasi ini semoga dapat meningkatkan kapasitas KIM, sehingga terciptanya koordinasi, integritas dan sinkronisasi yang berkesinambungan,” harapnya.

Selain itu tambahnya, diharapkan juga KIM bisa menjadi wahana penggerak partisipasi aktif masyarakat dalam hal penyampaian informasi usaha kecil dan menengah.

Sementara itu Bupati Agam diwakili Staf Ahli Bupati, Isman Imran memberikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Karena kegiatan ini merupakan bentuk dari respon Pemerintah Kabupaten Agam terhadap keberadaan kelompok-kelompok yang ada di masyarakat,” ujarnya.

Dijelaskannya, di masa Pandemi Covid-19 saat ini, keberadaan KIM sangat dibutuhkan dalam mengelola dan mendayagunakan informasi dan komunikasi serta berwiraswasta melalui perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). “Melalui KIM ini diharapkan menjadi solusi alternatif bagi masyarakat dalam mengatasi hambatan informasi bagi seluruh anggota kelompok maupun masyarakat sekitar,” harapnya.

Ke depannya tambahnya, KIM harus dapat memilah dan menyebarkan informasi yang benar, khususnya informasi bernilai positif. Sehingga akan berdampak positif juga bagi masyarakat dalam meningkatkan perekonomiannya. “Semoga kegiatan ini dapat menjadikan kita lebih mengenal KIM dan lebih mengembangkannya,” tutupnya. (rzk)