27 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Pengembangan Model Pembelajaran Listening ‘Think- Pair-Share’, Menggunakan Media SocialDimasaPandemi

Pengembangan Model Pembelajaran Listening ‘Think- Pair-Share’

Menggunakan Media Social Di MasaPandemi

MenguasaibahasaInggerissaatinimenjadisemangkinpenting, tidakhanyakarenadiperlukanuntukberkomunikasi, tetapijugadiperlukanuntukmengaksesberbagaiinformasikarenasaatinisebagianbesarinformasiilmiah, baiklisanmaupuntulisanlebihbanyaktersediadalambahasaInggeris.Apalagisaatinipenemuandanpenyebaraninformasisemakincepatkarenabantuanteknologiinformasi yang semakinmajusehinggasemakinbanyakpengetahuan yang harusdiketahuidandipelajari.MempelajaridanmenguasaiBahasaInggerismemerlukan, kemauan yang kuat,keseriusandanwaktu yang relative lama.Namunsekarangdenganadanyateknologiinformasiyang semakincanggih, proses pembelajaranmenjadisemakinmudah. MisalnyamempelajariBahasaInggerisdenganmenggunakan internet, social media dan lain-lain.

Dalam 10 tahunterakhirteknologiinformasitelahmengalamiperkembangan yang sangatpesatsehinggaterjadidisrupsidalamberbagaihalkehidupanmanusia.Banyakperdaganganbarangdanjasamengalamipenurunanmendadak. Pendidikanjugamengalamihalsama,bahkandisrupsidi duniapendidikanlebihbesarkarenadiperparaholehadanyawabahcorona danCovit-19. Kedatanganwabahtelahmembuatduniapendidikangagapdankurangsiapmenghadapinya. MendikbudmeresponkeadaantersebutdenganmenetapkansemuapembelajaranmelaluidaringdanmengeluarkanSuratEdaranMendikdup No.363962/MPK.A/HK/ 2020 tanggal 17 Maret 2020 perihalpembelajaransecara daring danbekerjadarirumah (BDR).Dalamsurattersebutpemerintahmemberikanrujukanbeberapasituspembelajaran daring daripihakswasta.Meskipundalamsurattertulis gratis, tapikenyataanyatetapberbayardankalauadamasalahsolusinyadikembalikankepadamasing–masinginstitusipendidikan. Akibatnyakebijakan yang dibuattidakberjalanmulusseperti yang di harapkan.

Di lapanganjugaterjadibanyakmasalahakibatbelajar daring, yaitu: Pertama, terjadioverload (terlalubanyak) tugaskepadasiswadanmahasiswa,sehinggaterjadipeningkatan stress padapesertadidik. Stress karenamenghadapipandemiCovid-19danbanyaknyatugasyang harusdikerjakan. Kedua, tidaksemuapesertadidikmemilikiperangkat digital yang mendukungdanjaringan internet yang lancar.Akibatnyamerekatidakdapatmengikutipembelajaran daring denganmaksimalterutama yang berada di daerahterpencil.Ketiga, tidaksemuatenagapengajar, gurudandosenmenguasaiperangkat digital,terutama, guru-guru yang lansiadi SekolahDasardanPendidikanAnakUsiaDini. Akibatnyapembelajaran daring sangatmembosankandanmonoton. Keempat, biayabelajar daring ternyatatidakmurah.Semakinbagusaplikasi yang di gunakanternyatamembutuhkanpiranti yang mahal.Padahaltidaksemuamasyarakatsanggupmembelipiranti yang memadaisehinggafaktorekonomimenjadikendalautamadalampembelajaran daring.Kelima, tidaksemuamatapelajarandanmatakuliahdapatdiimplementasikanataudiajarkanmelaluipembelajaran daring.Hanyabeberapamatapelajaranataumatakuliahtertentusaja yang dapatdiaplikasikandengan daring. Keenam, pembelajaran daring menjadimiskinekspresi.Padahalpendidikanmembutuhkanbanyakekspresi. Pendidikanpenuhdengannilainorma yang di bagikan. Ruangekspresiinilah yang hilangdalampembelajaran daring.

            Ada duasolusi yang diberikanpemerintahdalammenjalankanpembelajaransecara daring Pertama, regulasisistemPendidikanseperti yang tertuangdalamsuratedaranDirjenpendidikanTinggi No. 302/E.E2/KR/2020.Selainmengaturmasalahregulasipenyelenggraanpendidikan,suratinijugamenghimbausekolahdankampusagar memberikanmetodedanstrategipembelajaran yang mudahkepadamahasiswa.Kemudianpemerintahjugamemberibantuanpulsa,beasiswa, subsidikuotadan lain.Kedua, reposisipengguaandana BOS sehinggadapatdigunakanuntukmembelikuotadanmendukungberbagaimacamkeperluanuntukpenangananpandemi Covid-19.Duakebijakaninicukupmembantu proses pembelajaranmeskipuntidakmenjawabsemuapersoalandiatas,khususnyaterkaitisipembelajarandalamsituasi Covid-19. Apalagipandemiinidiprediksikanmasihakanberlanjutcukup lamasehinggaakanmenghambatproses pembelajaranlangsung.Disinilahperlunyaadasolusiuntukmembantuparapendidikdanpesertadidikdalambelajarmandiri.

Denganalasandiatasmakapenulisinginmencarisolusiterhadapmasalahpendidikandenganmelakukanpenelitiantentangmodel pembelajaranListeningdimasapandemiCovid 19.Penelitiandilakukandenganmenggunakanstrategi collaborative studyyang disebutdengan‘Social Media Assisted ListeningThink Pair Share’ (SMALTPS) atauPembelajaran Listening BerbatuanSocialMediamelaluiYoutubedanWhatsappdalam proses pembelajaransecara daring di Sekolahdan di PerguruanTinggi.

SMALTPS merupakanstrategipembelajaranyaitukonsepuntukmembantupendidikmendiskusikanmateridanlatihanyang diajarkansecara online dengansituasisesuaidengankonteksnya. Untukmenentukanhasilpembelajaranyang dicapaidaripembelajaran listening inimakamahasiswa/siswadidoronguntukmembuathubunganantarapengetahuan yang dimilikinyadengankehidupanmerekasebagaianggotakeluargadanmasyarakat.Dalampraktiknya, pembelajaranListeningdilakukansecaraautentikyaitupembelajaran yang mengutamakanpengalamannyata, bermaknadalamkehidupandandekatdengankehidupannyatasehinggacocokjikaditerapkan di massapandemisepertisekarangini.

Pengembangan model pembelajaransangatpentingdilakukanuntukmeningkatkanhasilbelajarmahasiswa. Salah satuurgensinyaadalahkarena model listening bahasaInggris yang diterapkandosenselamainibelum optimal dansalahsatusolusidaripermasalahaniniadalahdenganmenerapkan model Pembelajaran SMALTPS yang diharapkandapatmembantudosendan gurubahasaInggris, sehinggapembelajaranmenjadiefektifdandapatmeningkatkanpemahamandanhasilbelajarmahasiswa.          

Model pembelajaran SMALTPSinidi desain melalui modelpengembangan ADDIEkemudian dilanjutkan dengan evaluasidanseterusnyasesuaidengantahapanprosedurmodel tersebut.Analisis awalnya dimulaidengan analisis istrumen.Berdasarkanevaluasipeneliti, kemudian dilanjutkan dengananalisis pendahuluanoleh ahli, yaituanalisis kebutuhan untukmemperoleh data daninformasiapa yang dibutuhkan, hingga diperolehlah sebuah kerangka karakteristik model pembelajaran yang dibutuhkan. Penggunaan model pembelajaran SMALTPS kevalidannya sebesar 83 %. karakteristik kevalidan model pembelajaran ditinjau dari aspek isi, prinsip dan aspek karakteristik pengembangan model, untuk karakteristik kevalidan sistem pendukung model ditinjau dari aspek kegrafikan, konten, pembelajaran dan kebahasaan. Praktikalitas penggunaan model pembelajaran SMAL”TPS” diperoleh nilai rata-rata 85 % berada pada kategori sangat tinggi, karakteristik kepraktisan model pembelajaran ditinjau dari hasil observer, dosen dan mahasiswa, karakteristik kepraktisan berupa, model ini sudah dapat terlaksana dengan baik sehingga tidak terjadi masalah yang berarti dalam situasi normal, mudah dipahami, mudah dilaksanakan, waktu yang terbimbing efisien dalam pembelajaran.

SMALTPSL model efektif ditinjau dari pengaruh pemakaianmodel, peningkatan kemampuan listening dan peningkatan dampak pengiringnya. Peningkatan kemampuan listening dilihat dari meningkatnya pemahaman vocabulary meaningmelaluikonteks, konsep dan meningkatnya kemampuanmenentukanmain ideadalamlistening, sedangkan dampak pengiringnya dapat dilihat dari meningkatnya aktivitas, minat dan sikap belajar mahasiswa dalam matakuliah Basic listening. Efektivitas penggunaan model dilihat dari hasil uji N-Gain score diperoleh nilai  37 % termasuk dalam efektivitas sedang, dengan N-Gain scoreminimal 14.29 dan maksimal 54.29, sedangkan nilai rata-rata N-Gain score  kelas eksperimen 73 % termasuk dalam efektivitas tinggi, dengan N-Gain scoreminimal 52.00 dan maksimal 100.

Pentingnyapenelitianinidapatdilihatdariduaaspek, yaituaspekteoritisdanaspekpragmatis.Aspekteoritismenjelaskanbahwa model SMALTPSL dapatmenjadipilihan model pembelajaranyangdapatditerapkanpadamatapelajaranbahasaInggrisdisemuaskills.Model SMALTPSLinijugadapatmemperkayahakikatkeilmuanpendidikanBahasaInggris,khususnya model aktifinovatif yang mengacupadastandarkelulusanmatapelajaranBahasaInggrisdimanasiswaharusmemilikikemampuanaktif,kreatif, efektifdaninovatif.

Dari aspekpragmatis (praktis) model SMALTPS inidapatdigunakanuntukmenjadimodel dansolusibagidosenatau guru dalammemecahkanmasalahdankendaladalammatapelajaranbahasaInggris yang selamaini yangdihadapi guru. Selainitubagipraktisipendidikan, model Pembelajaran SMALTPS inidapatmenjadibahandiskusisebagaiupayauntukmeningkatkanhasilpembelajaranlistening mahasiswakhususnyapadamatakuliahBasic ListeningbahasaInggeris.

PengembanganmodelpembelajaranSMALTPSinimemilikinilai novelty yang di sesuaikandengankondisipembelajaranpadasaatpandemiini, yaituadaptasikebiasaandalam“Berfikir”,”Berpasangan” dan “Berbagi”yang merupakantolakukurpembelajaran SMALTPSuntukmemahami listeningdenganlebihbaik.Keunggulanteknikpembelajaraniniadalahdapatmemberikankesempatanpadapesertadidikuntukdapatmengembangkandirinyasesuaidenganpotensi yang dimilikinya, berfikirkritisdankreatifsehinggapembelajaranmandiriterwujudlebihmenyenangkandantidakmembosankan.

Model Pembelajaraninisudahdi presentasikanmulaidarirancangansampaihasilpenelitiandalambentukPoster product of innovationdan seminar di tiga Negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Thailand.Dari tiga seminar inidiperoleh 3 medaliyaitumedaliemas, perakdanperunggu (Gold, Silver and Bronze).Model inijugasudahdiujikancobakanpadamahasiswadi Universitas Islam Riau,Tongren Universitydan“Xi’an Aeronautical University, China.

Artikel ini ditulis oleh Mahasiswa Program Doktor Pascasarjana UNP, Syofianis Ismail, dengan Promotor1). Prof. Dr. M. Zaim, M. Hum., 2).Prof. Dr. H.Mukhaiyar, M. Pd. dan 3) Prof. Nurhizrah Gistituati, M.Ed., Ed.D.