BERDASARKAN RERATA NILAI UTBK 2020, Tak Satupun Sekolah dari Luak 50 Masuk Kategori SMA Terbaik di Sumbar

PAYAKUMBUH, KP- Ini benar-benar pukulan sekaligus tantangan bagi kemajuan dunia pendidikan di Luak Limopuluah (Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota-red)

Pasalnya, dari 10SMA terbaik di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) berdasarkan rerata nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2020, ternyata tidak satu pun SMA dari Luak Limopuluah masuk sebagai sekolah terbaik berdasarkan rerata nilai UTBK 2020.

Ketua Tim Pelaksana Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Mohammad Nasih seperti dilansir KOMPAS.commengungkapkan, pada UTBK 2020 telah diikuti sebanyak 662.404 peserta. Sedangkan jumlah siswa yang ikut berasal dari 21.302 sekolah.

Berdasarkan hasil itu, ada 1.000 daftar SLTA terbaik diurut berdasarkan nilai Tes Potensi Skolastik (TPS) UTBK 2020. Jumlah SLTA berdasarkan jenis sekolah yakni SMA sebanyak 872 sekolah, MA sebanyak 65 sekolah, SMK sebanyak 58 sekolah, dan PKBM sebanyak 5 sekolah.

Dia mengaku, rerata nilai TPS peserta dihitung berdasarkan rerata dari nilai 4 sub tes, yaitu kemampuan kuantitatif, kemampuan memahami bacaan dan menulis, memahami kemampuan penalaran umum dan pengetahuan pemahaman umum.

Berdasarkan penilaian itu, ada 10 SMA terbaik di Sumbar yang masuk pemeringkatan Top 1.000 SLTA dengan rerata nilai UTBK 2020 paling tinggi berdasarkan rangkuman LTMPT.

10 SMA terbaik di Sumbar itu adalah, SMAN 1 Padangpanjang dengan nilai rata-rata UTBK: 567,442 2. Kemudian SMAN 1 Sumbar dengan nilai rata-rata UTBK: 567,324 3 serta SMAN 1 Padang dengan nilai rata-rata UTBK: 557,193.

Kemudian SMA Negeri 10 Padang dengan nilai rata-rata UTBK: 557,145 5. Setelah itu SMAN Agam Cendekia dengan nilai rata-rata UTBK: 549,634 6 dan SMAN 1 Bukittinggi dengan nilai rata-rata UTBK: 549,02 7 serta SMAN 3 Batusangkar dengan nilai rata-rata UTBK: 543,346

Berikut SMAN 3 Painan dengan nilai rata-rata UTBK: 537,371 9, kemudian SMAN 2 Sumbar dengan nilai rata-rata UTBK: 535,591 10 dan SMAN 2 Padang dengan nilai rata-rata UTBK: 527,907.

Seorang pemerhati dunia pendidikan di Luak Limopuluah, Budi Febriandi ketika diminta komentarnya terkait tidak satu pun SMA yang berasal dari Luak Limopuluh yang masuk daftar 10 SMA terbaik di Sumbar menurut rerata nilai UTBK 2020 menyatakan keprihatinan sekaligus kekecewaannya.

“Ini membuktikan bahwa rendahnya tingkat pengetahuan siswa dari Luak Limopuluah. Buktinya, tidak satu pun SMA dari Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota tampil sebagai SMA terbaik dalam daftar pemeringkatan Top 1.000 SLTA se-Indonesia atau 10 SMA terbaik di Sumbar menurut rerata nilai UTBK 2020,” sebut Budi Febriandi.

Menurut Budi Febriandi, karena saat ini pendidikan tingkat SLTA kewenangannya ada di Pemprov. Dari sisi ini, terlihat belum ada nilai tambah terhadap kualitas SLTA yang ada di daerah, bahkan ada kecenderungan penurunan kualitas.

Itu artinya, tegas Budi Febriandi, Koordinator Dinas Pendidikan Provinsi yang ada di kabupaten/kota belum maksimal menjaga dan mengawal kualitas pendidikan di daerah, khususnya di Luak Limopuluah. Oleh karenanya, pengalihan kewenangan pendidikan SLTA dari kabupaten/kota kepada Provinsi perlu ditinjau ulang.

Diakui Budi Febriandi, peningkatkan mutu dan kualitas pendidikan itu perlu memberdayakan potensi dan kemampuan tenaga pendidik dan peserta didik, termasuk pimpinan lembaga pendidikan harus bertanggungjawab teehadap maju mundurnya sektor pendidikan di daerah ini,” pungkas Budi Febriandi. (dst)

Next Post

Wawako Ramadhani : Dulu Peran Masjid Sangat Luas

Sel Jun 1 , 2021
SOLOK, KP – Wakil Walikota Solok Ramadhani Kirana Putra menjadi narasumber […]