Harlah Pancasila, Pasaman Diguncang Gempa Magnitudo 4,8 SR

LUBUKSIKAPING, KP – Gempa Bumi dengan kekuatan Magnitudo 4,8 Skala Ritcher (SR) mengguncang daerah Kabupaten Pasaman, bertepatan dengan hari kelahiran Pancasila, Selasa (1/6) kemarin.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Padangpanjang, gempa tektonik itu terjadi tepatnya berlokasi di darat pada 4 KM barat daya Panti, Pasaman, Sumbar pada kedalaman 5 Km sekitar pukul 05.01 WIB pagi.

Dari hasil analisis BMKG menunjukkan, gempa bumi itu memiliki parameter dengan magnitudo M=4.8. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 0.32 LU dan 100.05 BT. Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Sumatra segmen sumpur dan Angkola.

Guncangan gempa bumi itu dirasakan di Payakumbuh II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu). Namun tidak ada dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan, gempabumi Tidak Berpotensi Tsunami.

Salah seorang warga Panti, Heny mengaku sangat merasakan getaran gempa tersebut. “Tiba-tiba saja di dalam rumah ini terasa getaran yang lumayan kuat. Semua isi rumah bergemuruh sekitar 5 detik lamanya,” ungkapnya.

Warga lainnya, Bunde Esy juga menuturkan hal yang sama. “Padahal tadi subuh hendak salat tiba-tiba rumah ini bergemuruh. Sontak kami langsung berhamburan keluar rumah. Syukurlah tidak ada kerusakan apa-apa,” katanya.

Sementara Kepala BPBD Pasaman, Ricky Riswandi mengatakan, gempa bumi yang terjadi merupakan di Segmen Sumpur. Segmen Sumpur di bagian Utara burujung pada sisi Selatan Depresi Sumpur, di Selatan Panti. Panjang segmen 35 km dengan potensi kuat gempa maksimum pada segmen 6,9 SR.

“Sementara Segmen Angkola Ujung utara segmen ini bermula pada lembag Batang Toru, menyisir lembah Sungai Batang Angkola dan Batang Gadis di wilayah Sumatra Utara. Sementara ujung Selatannya berada di wilayah Sumatra Barat di dekat Lembah Batang Pasaman. Panjang segmen 160 km dengan potensi kekuatan gempa maksimum pada segmen ini adalah M 7,6. Kerusakan serius dilaporkan pernah terjadi pada tahun 1892 di sepanjang lembah Batang Gadis dan Sungai Angkola, di antara Malintang dan Lubuk Raya Volcanoes (Visser, 1922 dalam D. Hilman dan K Sieh, 2000),” ungkap Ricky Riswandi.

Ricky melaporkan tidak ada kerusakan materil maupun korban jiwa dalam gempa bumi tersebut. “Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa sebelum kembali ke dalam rumah. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram chanel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg,” tutupnya. (nst)

Next Post

CABANG PERLOMBAAN DARING SELESAI, UIN Imam Bonjol Padang Pimpin Perolehan Medali PKM PTKIN

Sel Jun 1 , 2021
PADANG, KP – Sejumlah cabang perlombaan dalam Pekan Kreativitas Mahasiswa […]