Selamat Berperang di Olimpiade Tokyo, Indonesia!

TOKYO, KP – Olimpiade adalah perang legal antarbangsa. Indonesia pun ikut ambil bagian di dalamnya, kali ini di Olimpiade Tokyo 2020. Olimpiade ini diadakan selama 17 hari, mulai 23 Juli hingga 8 Agustus 2021 dengan mempertandingkan 33 cabang olahraga. Pembukaan digelar Jumat tadi malam (23/7) di Olympic Stadium, Tokyo, dan dihadiri sekitar 11.000 orang dari 200 negara.

Olimpiade Tokyo merupakan yang pertama kali di dunia diadakan dalam keadaan darurat karena pemerintah Jepang menyatakan situasi darurat hingga 22 Agustus 2021. Darurat dalam hal ini untuk arti positif dan negatif.

Arti positif, seperti didengungkan PM Jepang Yoshihide Suga, Olimpiade akan dilakukan dalam keadaan aman bagi masyarakat dan untuk membuktikan manusia bersatu bisa menghadapi pandemi corona yang menyebar ke berbagai belahan dunia. Itulah sebabnya, PM Yoshihide Suga mengeluarkan deklarasi situasi darurat ke-4 kalinya di negara itu, 12 Juli sampai 22 Agustus 2021, khususnya untuk Kota Tokyo, tempat penyelenggaraan Olimpiade.

Sementara, arti negatif diinterpretasikan oleh banyak masyarakat Jepang. Arti negatif pertama ada yang menyatakan sebagai ‘Olimpiade Corona’ karena diadakan saat masa pandemi Corona.

Arti negatif kedua, ada yang menyatakan bahwa Olimpiade kali ini sebagai Olimpiade yang paling tidak diingini oleh rakyat negara penyelenggara karena hasil penelitian Asahi, sekitar 59 persen respondennya menentang penyelenggaraan Olimpiade.

Arti negatif ketiga juga dengan melihat penyelenggaraan Olimpiade saat ini yang berantakan. Mulai dari Ketua Yoshiro Mori yang mengundurkan diri karena dianggap melecehkan wanita. Lalu pengunduran diri pimpinan panitia lainnya, Hiroshi Sasaki selaku creative director karena melecehkan artis terkenal Jepang dan mempelesetkan kata ‘Olympic’ jadi ‘Olympig’. Lalu, komposer lagu pembukaan, Keigo Oyamada mundur karena masa lalunya sebagai tukang bully terungkap, terutama ke orang difabel. Terpaksa, lagu pembukaan dibuat baru hanya dalam kurun waktu 4 hari.

Dan dua hari sebelum pembukaan, anggota tim kreatif upacara pembukaan dan penutupan Olimpiade Tokyo, Kentara Kobayashi dipecat dari kepanitian karena ucapannya yang berusaha meluncurkan kata-kata ‘pembunuhan massal Yahudi’ sehingga Jepang dikecam banyak orang asing. Belum lagi pengaturan para wartawan asing yang tampak membingungkan sampai detik terakhir.

Sebagai catatan, Jepang bukan pertama kali mengadakan Olimpiade. Tahun 1940 sebenarnya Jepang ditetapkan sebagai tempat Olimpiade tetapi akhirnya dilepaskan karena meletusnya perang Tiongkok-Jepang Kedua yang dimulai pada Juli 1937. Menyelenggarakan Olimpiade akan membutuhkan banyak uang dan energi, dua hal yang tidak dimiliki Jepang saat itu.

Barulah tahun 1964 Olimpiade pertama kali diselenggarakan di Jepang. 57 tahun kemudian, untuk kedua kalinya Olimpiade digelar di Jepang sekaligus Olimpiade kedua yang dilaksanakan di Benua Asia. Indonesia pun akan menyusul sebagai kandidat tuan rumah Olimpiade 2036. Proposal Indonesia diajukan resmi ke IOC 4 tahun lalu. Sebelumnya, IOC memutuskan Olimpiade 2032 diadakan di Brisbane, Australia.

INDONESIA KIRIM 28 ATLET

Indonesia ikut meramaikan Olimpiade Tokyo dengan mengirimkan 28 atlet dari delapan cabang olahraga (cabor). Meski dibayang-bayangi pandemi covid-19, kontingen Merah Putih akan berjuang sekuat tenaga untuk menjaga tradisi meraih medali.

Sejak 1952, Indonesia sudah berpartisipasi dalam perhelatan olahraga akbar empat tahunan ini. Selama itu pula, total 32 medali dikoleksi, tujuh di antaranya adalah medali emas. Bulutangkis adalah satu-satunya cabor yang paling rajin mengumandangkan lagu Indonesia Raya di podium. Berikut atlet penyumbang medali emas bagi Merah Putih di ajang Olimpiade.

1. Alan Budikusuma (Bulutangkis – Medali Emas Olimpiade Barcelona 1992)

2. Susi Susanti (Bulutangkis – Medali Emas Olimpiade Barcelona 1992)

3. Rexy Mainaky dan Ricky Subagja (Bulutangkis – Medali Emas Olimpiade Atlanta 1996)

4. Tony Gunawan dan Candra Wijaya (Bulutangkis – Medali Emas Olimpiade Sydney 2000)

5. Taufik Hidayat (Bulutangkis – Medali Emas Olimpiade Athena 2004)

6. Hendra Setiawan dan Markis Kido (Bulutangkis – Medali Emas Olimpiade Beijing 2008)

7. Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad (Bulutangkis – Medali Emas Olimpiade Olimpiade Rio 2016)

Untuk bisa berdiri di ajang Olimpiade, atlet-atlet Indonesia yang ada dalam kontingen saat ini merupakan atlet pilihan yang selama ini sudah berjuang dengan baik di pentas internasional. Masing-masing atlet Indonesia di tiap cabang olahraga punya target Olimpiade yang berbeda-beda, namun tujuan mereka tetap sama, mencoba mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia. Selamat berjuang, selamat berperang, atlet-atlet Indonesia! (cnn)

Next Post

SUMBAR KRISIS TABUNG OKSIGEN ? - Polisi Belum Temukan Dugaan Penimbunan - Pemprov Minta Bantuan ke Riau dan Sumsel

Jum Jul 23 , 2021
PADANG, KP – Pihak kepolisian menindaklanjuti terjadinya kekosongan tabung oksigen di sejumlah Rumah Sakit (RS) di Sumbar.Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayumembenarkan adanya kekosongan tabung oksigen karena lima perusahaan produsen tabung oksigen yang ada di Sumbar kehabisan cairan atau liquid untuk memproduksi oksigen untuk sejumlah rumah sakit tersebut. […]