SUMBAR KRISIS TABUNG OKSIGEN ? – Polisi Belum Temukan Dugaan Penimbunan – Pemprov Minta Bantuan ke Riau dan Sumsel

PADANG, KP – Pihak kepolisian menindaklanjuti terjadinya kekosongan tabung oksigen di sejumlah Rumah Sakit (RS) di Sumbar.Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayumembenarkan adanya kekosongan tabung oksigen karena lima perusahaan produsen tabung oksigen yang ada di Sumbar kehabisan cairan atau liquid untuk memproduksi oksigen untuk sejumlah rumah sakit tersebut.

“Cairan itu didatangkan dari Riau dan sekarang dalam pengawalan tim Ditlantas Polda Riau menuju Sumbar,” kata Satake, Kamis malam (22/7).

Ia mengungkapkan di Sumbar ada lima perusahaan yang menjadi produsen oksigen. Namun mereka mendatangkan bahan baku liquid sebagai alat utama oksigen dari Riau.Lima perusahaan itu yang mendistribusikan oksigen ke sejumlah rumah sakit dan tempat lainnya di Sumbar.

“Cairan itu habissehingga tidak bisa produksi, sementara kebutuhan oksigen di Sumbar saat ini meningkat,”terang Satake.

Menurutnya, sejauh ini belum ada dugaan penimbunan. Namun petugas terus bekerja di lapangan guna memastikan ketersediaan oksigen sesuai dengan kebutuhan.

Ditambahkannya, baru-baru ini Sumbar mendapatbantuan oksigen dari Provinsi Riau sebanyak 30 ton. Namun yang disalurkan baru sebanyak 12 ton melalui salah satu perusahaan produsen di Padang. Ia memperkirakan dalam waktu dekat bantuan oksigen itu juga akan datang ke Sumbar.

Liquid yang dikirim dari Riau, kata Satake, cukup untuk 1.000 tabung oksigen. Namun, selain dari Riau juga ada tambahan yang dikirim dari Dharmasraya.

“Cuma kalau dari Dharmasraya tidak banyak, sekitar 5 ton,” ujar Satake.

Selain itu, tentang harga oksigen kesehatan di pasaran, berdasarkan pengecekan di lapangan, lanjut Satake, memang terjadi peningkatan. Namun, masih dalam kategori wajar.

“Memang harga naik, tapi tidak terlalu,” ulasnya.

Satake memastikan tidak akan terjadi penimbunankarena perusahaan penyedia liquid di Riau sudah memiliki kontrak kerja dengan lima perusahaan produsen di Sumbar.

“Kemungkinan penimbunan atau penjualan ke daerah lain belum ditemukan. Kami minta masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak benar,”pungkasnya.

Sekadar informasi, penyuplai gas oksigen terbesar di Sumbar adalah CV Asiana Gasindo yang bermarkas di Kota Padang. Perusahaan penyuplai itu menyebut stok oksigen cair (liquid) mereka kosong sejak Kamis (22/7). Padahal mereka memiliki kapasitas tangki oksigen cair mencapai 22.000 ton.

Kepala Pemasaran CV Asiana Gasindo, Muhammad William mengakatan hal ini terjadi karena permintaan tabung oksigen dari rumah sakit di Sumbar mengalami kenaikan. Sayangnya, kenaikan tersebut tak diimbangi dengan kemampuan rumah sakit di Sumbar untuk membayarkan biaya oksigen cair tersebut.

Menurutnya, sejumlah rumah sakit belum membayarkan uang belanja oksigen sehingga membuat Asiana Gasindo kesulitan membeli oksigen cair.

“Sekarang stok lagi kosong. Sejak pagi kemarin. Cuma pas sorenya ada datang tambahan sebanyak 12 ton liquid gas. Itupun telah habis disuplai ke rumah sakit pada Kamis malam (22/7),” jelas William dikutip dari PMJ News, Jumat (23/7).

Ia belum bisa memastikan kapan stok oksigen cair di perusahaan tersebut akan kembali normal. Pasalnya, CV Asiana Gasindo masih belum bisa membeli oksigen cair kembali ke Jakarta sebagai penyuplai utama.

DINKES SUMBAR KLAIM STOK OKSIGEN AMAN

Di sisi lain, Pemprov Sumbar justru menyatakan stok oksigen masih aman meski sebelumnya sempat dinyatakan kondisi stok oksigen di sejumlah rumah sakit di Sumbar mulai menipis.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbar, Arry Yuswandi mengatakanpihaknya terus berkoordinasi dengan penyedia tabung oksigen agar dapat memenuhi kebutuhan tabung oksigen bagi rumah sakit yang menangani pasien covid-19.

“Kemarin sempat kekurangan, tapi itu sudah diselesaikan. Rumah Sakit Unand tidak bisa mensupply oksigen karena sedang kehabisan bahan baku liquid,” katanya, dikutip dari langgam.id, Jumat (23/7).

Dia mengatakan, bahwa yang kekurangan oksigen itu hanya RS Unand, bukan secara umum di Padang atau Sumbarsebab rumah sakit yang lain masih aman. Sehingga informasi yang beredar terkadang membuat kecemasan, padahal stok oksigen ada.

Pihak rumah sakit, kata Arry, terus berupaya mencari tabung oksigen supaya kebutuhan pasien terutama yang terinfeksi covid-19 terpenuhi.

“Kita carikan di tempat lain. Alhamdulillah dapat bantuan sore sebanyak 50 tabung oksigen, Kamis malam (22/7) 100 tabung. Jadi sudah teratasi,” katanya.

Arry mengatakan, dengan penambahan ituRS Unand tak lagi kekurangan oksigen. Apalagi supplier yang biasa untuk RSUP M Djamil, sudah tersedia bahan baku liquidnya.Meski begitu, lanjutnya, Pemprov Sumbar terus meminta bantuan tabung oksigen kepada Pemprov Riau dan juga Sumatra Selatan.Hal itu untuk mengantisipasi kebutuhan pasien di tengah lonjakan kasus baru covid-19.

“Kita sedang buat surat ke Pemprov Riau dan Sumatra Selatan untuk bantuan oksigen, seberapa diberi kita tampung. Mudah-mudahan tidak ada lagi kekurangan oksigen,” katanya. (ant/lgm)

Next Post

Polres Bukittinggi dan Dandim 0304/Agam Patroli Skala Besar Seraya Bagikan Bansos

Ming Jul 25 , 2021
BUKITTINGGI, KP – Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara bersama Dandim 0304/Agam, Letkol Arh. Yosif Brozti Dadi memimpin dan menggelar Patroli Skala Besar dan Pembagian Bansos, Kamis (23/7) malam. Kegiatan yang diadakan itu atas Instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada seluruh Polda dan Polres se-Indonesia untuk menggelar Apel dengan dilanjutkan […]