Padang 352 Tahun

PANJANG umurnya, cantik kotanya, kita yangpunya. Itulah dia Padang kota tercinta, kujaga dan kubela.

Walau usia kota Padang sudah begitu tua di mana pada Sabtu lusa (7/8) genap berusia 352 tahun, namun kota ini ingin terus tampil tacelak. Beragam penyegaran terus bermunculan di ibukota Propinsi Sumbar ini. Pantainya terus dibenahi, jalan utama dipercantik. Kebersihan lingkungan makin membanggakan. Aktivitas pembangunan milik pemerintah dan swasta pun terus berlangsung.

Berkembang dan pesatnya pembangunan di Padang selalu jadi kebanggaan warga Ranah Minang. Padang adalah ciri khas warga Sumbar. Walau tak lahir di Padang, tapi kalau sudah merantau ke negeri orang, mereka terkenal hanya dengan sebutan ‘si Padang. Warga ‘Padang’ menyebar merata dari Sabang sampai Merauke.

Padang juga terkenal dengan kuliner Nasi Padang-nya. Tak ada duanya di dunia. Meski nasi kapau lebih bergelintin rasanya, namun ‘Nasi Padang’ sudah dulu dapat nama.

Bagi pemimpin daerah ini, Padang boleh jadi tempat ujian pengabdian. Banyak tokoh nasional yang berkibar karirnya setelah sukses memimpin Padang. Mulai dari Pak Hasan Basri Durin yang pernah menjabat Menteri Agraria hingga Pak Mahyeldi yang kini jadi Gubernur Sumbar.

Kehebatan Walikota Padang dengan beragam prestasinyajelas tak bisa dilepaskan dari kiatnya masing-masing mengelola kota tercinta ini. Memberi peran seluas-luasnya pada staf berprestasi adalah salah satu ciri khas pemimpin sukses,seperti yang sudah diperlihatkan Walikota Padang dari masa ke masa.

Pemimpin yang sukses tentu juga berkaitan dengan ‘retak tangan’-nya. Namun, semuanya tak datang begitu saja karena kehebatan Walikota Padang dari masa ke masa juga ditentukan bagaimana situasi dan kondisi zaman yang diadahapi. Kini Padang sudah berusia 352 tahun. Tentu kiat dan ‘lakek tangan’ masing-masing walikota tak sama, sesuai dengan karaktermasing-masing pula.

Sudah beragam hasil pembangunan dinikmati warga kota. Sampai ke kawasan Bukit Barisan terlihat nyata pembangunan. Ada kampus Unand di perbuktian Limau Manis, kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol di perbukitan Sungai Bangek.

Perkembangan Padang dari masa ke masa tentu pantas dievaluasi. Sebagai manusia biasa, seorang pemimpin pun tak lepas dari keteledoran dan kesalahan. Ada kelebihan dan kekurangan. Hal demikian lumrah. Bahkan, semakin tinggi jabatan seseorang, godaannyapun semakin kuat. Disinilah perlunya staf memberi ingat. Untuk itu,kekompakan yang kuat antara pemimpin dengan staf perlu terus dibina secara utuh agar roda kemajuan terus bergerak lancar.

Bertepatan dengan hari jadi ke-352, Kota Padang kini dipimpin Walikota Hendri Septa. Seorang tokoh muda milenial yang diharapkan tampil dengan jati diri membanggakan. Seperti walikota terdahulu yang pernah memimpin Kota Padang, tentu Hendri Septa juga punya kiat khas sebagai orang nomor satu di kota tercinta ini. Besar harapan kita, Padang di era Pak Wali Hendri Septa tampil semakin hebat. Padang semakin bersih dalam arti yang sebenarnya. Meski Padang berudara panas, namun dengan semakin tertatanya jalan utama dengan beragam bunga-bungaan, membuat sejuk mata memandang.

Namun penataan trotoar di Jalan Khatib Sulaiman tampaknya terhenti. Penataan baru di sisi sebelah kiriarah ke pasar. Sedangkan sisi sebelah kiri arah ke Tabing masih belum. Mungkin ikut terdampak pandemi. Bypass juga demikian. Begitu juga kawasan lainnya. Selokan pun masih ada yang tersumbat. Tentu kita berharap kawasan yang terbengkalai penataannya bisa dilanjutkan.

Padang harus terus bangkit. Padang harus jadi kota membanggakan. Neratanya kebersihan, keindahan, dan ketertiban sampai ke pelosok kelurahan adalah harapan kita bersama. Pejabat kiri-kanan Pak Wali Hendri sangat menentukan. Termasuk camat, lurah, RW, RT, serta tokoh masyarakat agar seayun selangkah memajukan kota tercinta ini. Bersama kita bisa. Insya Allah. *

Next Post

MEKSIKO VS JEPANG Ulangan Olimpiade 1968

Kam Agu 5 , 2021
TOKYO, KP – Perebutan medali perunggu sepakbola putra Olimpiade Tokyo antara Meksiko vs Jepang akan berlangsung di Stadion Saitama, Jumat sore ini (6/8) mulai pukul 18.00 WIB. Laga ini merupakan ulangan Olimpiade 1968 di Meksiko. Saat itu Jepang meraih medali perunggu setelah mengalahkan tuan rumah Meksiko 2-0. Sekarang situasi berbalik, […]