Akhlak Adalah ‘Buahnya’ Aqidah

ALHAMDULILLAH, segala puji bagi Allah, Rabb sekalian alam. Salawat dan salamsemoga tercurah buat panutan ummat, yakni Nabi Muhammad SAW. Bersukur kita pada Allah SWTkarena Allah telah menurunkan para nabi. Manusia yang berakhlak mulia serta jadi contoh dan teladan bagi manusia. Teristimewa Nabi Besar Muhammad SAW, jadi rahmat seluruh alam.

Bila seorang muslimbetul-betul menjadikan Nabi Muhammad sebagai panutannya, maka muslim itu jadi rahmatanlil’alamin. Beliau juga katakan bahwa ‘aku diutus ke bumi untuk menyempurnakan akhlaq manusia’.

Kalau dikatakan aqidah (keyakinan) adalah sebagai akar dan pondasi, maka ibadah adalah batang dan rantingnya dan akhlaq adalah buahnya. Sehebat dan segagah apapun batang, kalau tak berbuah, rendah nilainya. Sebaliknya, sekecil apapun pohonkalau berbuah lebat dan lezat, sangat berartilah pohon itu.

Seorang manusia (muslim yang baik) harus menjadikan buah sebagai tolak ukur hidupnya, sejauh mana hidupnya bermanfaat bagi orang lain, sejauh mana pengorbanannya untuk keluarga, masyarakat dan bangsanya. Bukan koruptor, bukan bandit pemeras, pemandi darahdan penjahat lainnya. Yang seperti itu bukan Islam. Nabi Mulia mengatakan ‘bukan kaumku penipu, pembohong dan penjahat, kaum kami laksana lebah, dimakan yang baik, dikeluarkan yang baik, tak pernah merusak dimanapun berada’.

Karena itu, pendidikan akhlak harus dimulai sedini mungkian, latih anak sedari kecil mementingkan saudara, jangan sampai berkelahi, bertengkar memperebutkan sesuatu. Latih mereka mengalah untuk menang. Pendidikan yang baik di rumah tangga akan menjadikan anak tumbuh kembang menjadi orang baik. Mengurangi sedikit kepentingan diri demi kepentingan teman, sahabat dan orang lain.

Hari ini, silaturrahmi tampak mulai hilang. Kebanyakan manusia hari ini ‘suko ati den’. Melakukan apa yang disukainya tanpa menghiraukan kepentingan orang lain. Kebut-kebutan di jalan, tawuran, merusak perempuan, merusak laki-laki, dan kejahatan lainnya. Kalau ada yang seperti ini menamakan dirinya muslim, berarti ia sesat, bukan muslim yang baik. Mereka harus taubat pada Allah dan harus menyesali perbuatannya hingga sadar bahwa perbuatan itu merusak diri serta merusak Islam.

Bila seseorang melakukan sesuatu, pasti orang lain bertanya siapa orang itu. Bila yang melakukan kejahatan orang Islam, orang lain pasti mengatakan Islam jahat, padahal pribadinyalah yang jahat, tak mau mengikuti yang benar. Dengan mudahnya orang mencap Islamdisebabkan ada ummat Islam yang tak paham dengan agamanya. Mudah-mudahan ummat Islam menjadi ummat yang paham dengan agamanya. Aamiin. *

Next Post

Wapres: Bukan Hal Mudah Tekan Kemiskinan Ekstrem Hingga Nol Persen

Kam Agu 26 , 2021
JAKARTA, KP – Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin mengatakan target […]