Berbuat Baiklah Walaupun Kecil

ALHAMDULILLAH, marilah kita syukuri nikmat dan karunia Allah, mudah-mudahan Allah jadikan kita ummat yang bersyukur. Salawat dan salam kita kirimkan pada Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wasallam. Semoga Allah menjadikan Beliau teladan yang sempurna bagi kita semua.

Salah satu yang penting kita ikuti dari Beliau adalahdalam berbuat baik. Berbuat baiklahwalau sekecil apapun. InsyaAllahbiji kebaikan yang kecil ituAllah tumbuhkan menjadi pohon pelindung yang sangat besar. Uratnya menghunjam ke bumi yang paling dalam, dahannya menjulang ke langit, dan berbuah setiap masa. Subhanallah, subhanallah, itulah pohon takwa.

Kita ingin melaksanakan ibadahhaji, biayanya besar, menunggunyapun lama. Mulai saja dari yang kecilseperti dengan puasa ‘Arafah bulan Zulhijjah, sembilan hari dibulan Zulhijjahatau tiga hari. Ibadah ini mudah-mudahan mengalihkan kita ke ibadah kurban sekaligus ibadah haji.

Alhamdulillah, perguruan Sabbihisma dirintis dari kecil. Pada tahun 1980 penulis berdagang bahan bangunan di Jl. S. Parman, Padang. Disekitar itu anak-anak banyak bermain, sehabis sekolah tidak mengaji. Penulis berkeinginan agar anak-anak itu mengaji. Didatangkanlah guru untuk mengajar anak-anak itu. Dari sanalah cikal bakal Taman Kanak-kanak (TK) Sabbihisma, berlanjut SD, SMP, dan SMA Sabbihisma sekaligus pesantren.

Penulis tak pernah rencanakan membuat semua itu. Penulis hanya ingat, anak-anak ini harus mengaji, tambahan semua itu adalah rencana Allah. Allah yang merencanakan, penulis hanya sebagai pelaksana. Semua kemudahan Allah yang bantu. Alhamdulillah, sebentar lagi entah apa pula bantuan Allah. Kita tidak tahu, yang penting berusaha dan berdoa, semua jalan Allah yang bimbing. Itu semua bermula dari hal yang kecil.

Mulailah berbuat kebaikan sekecil apapun, Insya Allah, Allah SWT menumbuhkembangkannya. Sebaliknya, jangan berbuat salah walaupun kecil, mencuri telur dalam sangkar, mencuri kambing, sapi dan kerbau, akhirnya masuk penjara yang mengerikan. Bersahabat pada yang bukan muhrim. Mula-mula senyum, setelah itu jalan bersama, mangkal mencari tempat yang tak terlihat orang, terjadilah maksiat, terjadi malapetaka, selingkuh, dan lain sebagainya. Terjadi tidak sekali dua kali. Hamil, kemudian timbul ketakutan, berusaha membuang yang ada dalam perut, terjadi pembunuhan atau perbuatan dosa yang terkutuk dan mengerikan. Polisi datang, ibu jadi sipembunuh, laki-laki sipemerkosa, belasan tahun dalam penjara. Awal mulanya hanya senyum merayu, tapi akibatnya sangat fatal.

Untuk hal-hal yang berbahaya Allah ingatkan, ‘jangan dekati zina’ karena zina seburuk-buruk perbuatan dan sehina-hina pekerjaan. Mudah-mudahan Allah izinkan kita berbuat baik yang bisa berkembang dan Allah hindarkan kita dari dosa, terlebih dosa yang bekelanjutan. *

Next Post

Potensi Perikanan Sumbar Capai Triliunan Rupiah, Ekspor Skala Besar Terus Digenjot

Kam Sep 30 , 2021
JUMAT hari ini (1/10) bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) […]