CATATAN H. ADI BERMASA

  • Baznas Sumbar Perlu Tingkatkan Kepercayaan Muzaki

KEPERCAYAAN pembayar zakat (muzaki) pada Baznas akan semakin meningkat jika lembaga perzakatan itu mampu menggenjot pemasukannya, terutama pada era baru Baznas Sumbar dipimpin DR. H. Buchari didampingi empat intelektual muda Islam daerah ini.

Namun sebelum memaksimalkan gerakannya, Baznas perlu menelaah beragam problema yang belum ‘tuntas’ dikerjakan pengurus sebelumnya, termasuk masalah internal yang masih jadi PR oleh pengurus era H. Buchari. Tidak mungkin rasanya problema yang masih ada itu diputihkan begitu saja.

Di samping menyelesaikan masalah internal yang mungkin saja masih menggantung, tentu harapan kita Baznas terus punya perhatian besar pada mustahik. Seperti kiprah Baznas Kota Padang di masa kepemimpinan Pak Mahyeldi jadi Walikota Padang. Kini beliau menjabat Gubernur Sumbar dan kita harapkan Baznas Sumbar juga semakin mentereng pergerakannya dalam membantu warga duafa di daerah ini sekaligus membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan.

Dulu, tiap kelurahan di Padang ada koperasi syariah yang bersinergi dengan lembaga zakat. Kini bagaimana keberadaannya? Tentu pantas dievaluasi lagi oleh jajaran Pemko Padang era terkini.

Program kerja Baznas Sumbar ‘disopiri’ H. Buchari diharapkan segera memunculkan gerakan spektakuler. Tentu pengurus baru harus secepatnya melakukan beragam aksi. Apalagi mayoritas Aparat Sipil Negara (ASN) sudah lama berkomitmen bahwa zakat gajinya selalu diprioritaskan untuk warga duafa melalui Baznas Sumbar.

Begiutpula program bersama dengan Baznas kota-kabupaten pantas terus dimaksimalkan. Kalau perlu dihadirkan program percontohan ekonomi produktif bagi warga duafa yang didukung maksimal oleh lembaga perzakatan daerah, provinsi, dan nasional. Lokasinya bisa diprioritaskan di kawasan yang memiliki lahan masih luas seperti di Kapur IX Limapuluh Kota, Rao pedalaman Pasaman, atau kawasan lain yang memungkinkan.

Mensejahterakan anak terlantar juga pantas jadi program unggulan. Apalagi pandemi corona memunculkan banyak anak yang jadi yatim. Catatan Kementerian Sosial, saat ini ada sekitar 4 juta anak yatim di Indonesia. Mereka perlu dibantu dan ini pantas jadi perhatian Baznas.

Kalau ‘terlambat mikir’ boleh jadi Baznas Sumbar ‘dimanfaatkan’ kalangan tertentu yang sasarannya boleh jadi melenceng. Oleh sebab itu, lembaga perzakatan ini diharapkan benar-benar independen terjauh dari intervensi kalangan tertentu. Kita percaya, seluruh pengurus Baznas Sumbar terbilang kuat idealisme dan ke-Islamnya. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Dedi Fatria Salurkan PokirKepada Pertuni Bukittinggi

Jum Sep 17 , 2021
BUKITTINGGI, KP – Dedi Fatria, salah seorang anggota DPRD Kota Bukittinggi dari Partai PPP yang juga penggiat penyandang disabilitas di Kota Bukittinggi, kembali mengucurkan dana untuk sahabat disabilitas melalui Dinas Sosisal Kota Bukittinggi. Pada tahun 2021 ini, Dedi Fatria menyalurkan pokirnya kepada organisasi Persatuan Tuna Netra Indonesia (PERTUNI) Kota Bukittinggi. […]

You May Like