KOTA SOLOK RAIH ANUGERAH PARAHITA EKAPRAYA KATEGORI MADYA, Walikota Solok: Komitmen Menjamin Kesetaraan dan Keadilan Gender

PRINSIP utama dalam pembangunan manusia adalah memastikan manusia, laki-laki dan perempuan mendapat perlakukan yang sama, dan memiliki banyak pilihan dalam kehidupan. Menyadari potensi yang ada pada dirinya, dan kebebasan menjalani kehidupan secara terhormat dan berharga. Karena itu keberhasilan dalam upaya mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender, merupakan komitmen penuh Pemerintah Kota Solok.

Hasil jerih payah tersebut membuahkan hasil yang manis, Kota Solok meraih penghargaan level nasional, yaitu Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2020 Kategori Madya.

Dimana Kota Solok berhasil naik peringkat dari kategori pratama ke kategori madya. Tentu ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kota Solok, karena isu kesetaraan gender bukan saja isu nasional, namun juga banyak dibahas di jenjang internasional. Penghargaan ini tentu menjadi sebuah pengakuan yang membanggakan atas komitmen dan peran Pemko Solok dan seluruh masyarakat.

Penghargaan tersebut diberikan langsung Presiden dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), yang diserahkan secara mandiri kepada Pemerintah Kota Solok melalui OPD terkait.

Wakil Walikota Solok, Ramadhani Kirana Putra mengatakan, APE adalah prestasi yang dicapai dengan menunjukkan kondisi kesejahteraan masyarakat, baik laki-laki, perempuan, anak, lansia dan penyandang disabilitas.

Mewujudkan hal ini tidaklah mudah, karena harus melibatkan semua pihak di masyarakat dalam menciptakan kebiasaan mental dan perilaku dalam kehidupan peradaban dan kebudayaan di tengah masyarakat.

“Kita bersyukur dan bangga atas kerjasama seluruh pihak, sehingga Kota Solok berhasil meningkat ke Kategori Madya. Ini merupakan hasil dari usaha dan kerja keras dari seluruh pihak terkait di Kota Solok, kedepan menjadi tanggung jawab kita bersama dalam upaya meningkatkan pengarusutamaan gender di Kota Solok,” kata Ramadhani.

Walikota Solok Zul Elfian Umarsaat menerima piala tersebutmengucapkan terimakasih kepada Kementerian PPPA, karena kembali menganugerahkan kepada Kota Solok APE dengan kategori Madya.

Walikota mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran yang terlibat, sehingga dapat meraih penghargaan, untuk menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat. APE yang merupakan penghargaan bergengsi, dapat diraih dengan komitmen kebijakan dan partisipasi masyarakat.

Walikota Solok Zul Elfian mengatakan, dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), kesetaraan gender merupakan indikator yang tidak dapat diabaikan, perempuan dan laki-laki merupakan inti dari pembangunan manusia itu sendiri.

Kesamaan kesempatan dan peluang, kesetaraan dalam penghargaan dan penghormatan, serta keseimbangan dalam partisipasi dan representasi harus terefleksi pada seluruh aspek pembangunan di Kota Solok.

“Perempuan dan laki-laki sama-sama penting untuk diperhitungkan, sehingga sama-sama dapat berperan, terlibat, dan berkontribusi untuk mencapai pembangunan manusia seutuhnya. Pemenuhan hak dasar manusia, terutama di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi masih terus menjadi prioritas utama kita semua,” kata Zul Elfian kepada KORAN PADANG, Selasa (28/9).

Zul Elfian menjelaskan, dalam hal kesetaraan gender terdapat tantangan tersendiri dalam hal pembangunan manusia dihadapkan pada persoalan struktural dan kultural. Secara struktural, keberpihakan pada pembangunan yang berkesetaraan gender terus diperkuat Pemko melalui penguatan sistem, perspektif, dan analisis gender para pengambil kebijakan dan pelaksana program.

Secara kultural, Pemko Solok berupaya menjalin kehidupan masyarakat yang berdampak pada hasil-hasil pembangunan secara adil, posisi perempuan yang secara budaya diposisikan sama, sehingga berpengaruh pada proses pembangunan, dan pada akhirnya berdampak pada capaian pembangunan manusia.

Dengan berbagai kebijakan, Pemko Solok berupaya keras, mencapai ketahanan pangan dan gizi yang baik, serta meningkatkan pertanian berkelanjutan, menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan seluruh penduduk semua usia. Peningkatan kualitas pendidikan yang inklusif dan merata serta kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua.

Ketersediaan serta pengelolaan air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan untuk semua. Akses energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan dan modern untuk semua. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, kesempatan kerja yang produktif dan menyeluruh, serta pekerjaan yang layak untuk semua.

Membangun infrastruktur yang tangguh, meningkatkan industri inklusif dan berkelanjutan, serta mendorong inovasi. Menjadikan Kota dan Permukiman Inklusif, Aman, Tangguh, dan Berkelanjutan. Menjamin pola produksi dan konsumsi yang berkelanjutan.

Menguatkan masyarakat yang inklusif dan damai untuk pembangunan berkelanjutan, menyediakan akses keadilan untuk semua, dan membangun kelembagaan yang efektif, akuntabel, dan inklusif di semua tingkatan. Menguatkan sarana pelaksanaan dan merevitalisasi kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan.

Zul Elfian mengajak, masyarakat untuk menyadari bahwa urgensi kesetaraan gender semakin nyata di semua bidang pembangunan, baik di bidang kesehatan, ekonomi, pendidikan, sosial, dan politik.Meningkatkan partisipasi laki-laki dan perempuan, keterbukaan akses yang setara dan kontrol yang seimbang menjadi prasyarat, sehingga manfaat dapat diperoleh secara adil dan merata.

“Kemajuan suatu daerah tidak dapat dicapai tanpa adanya kesetaraan gender, kita harus sadar. Bahkan dalam hal investasi di sebuah daerah, kesetaraan gender merupakan isu yang sangat peka, yang tidak boleh terabaikan. Keberhasilan pembangunan sangat tergantung pada sejauh mana keseimbangan partisipasi perempuan dan laki-laki, terus didorong secara maksimal di semua aspek kehidupan, jadi intinya tidak boleh ada yang tertinggal, no one left behind dalam hal ini,” terang Zul Elfian.(van/adv)

Next Post

Pemko Sawahlunto Mulai Laksanakan Tes SKD CPNS

Sel Sep 28 , 2021
SAWAHLUNTO, KP – Sebanyak 1.159 orang pendaftar CPNS Kota Sawahlunto […]