Beredar ‘Hoaks’ Pelaku Perampokan di Belimbing Tertangkap

RUMAH korban perampokan di JL. Kelok, Belimbing, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Dalam kejadian itu pemilik rumah bernama Nelti meninggal setelah ditusuk pelaku dengan senjatan tajam.
  • Polisi Masih Lakukan Pendalaman, Sejumlah Saksi Diperiksa
  • Korban Baru Dua Tahun Bermukim di Lokasi, Ramah dengan Tetangga

PADANG, KP – Pesan singkat beredar di media sosial melalui WhatsApp Group yang menyebut perampokan di rumah pengusaha gas elpiji di Jl. Kelok Belimbing, Kuranji, terjadi atas kerjasama atas pembantu dan satpam.

Pesan singkat itu berbunyi ‘Perampok yang membunuh di Balimbiang sdh tertangkap.. kerjasama pembantu dan satpamnya sendiri.. sekarang pembantu dan satpam sudah ditangkap.. hati-hatilah untuk menerima pembantu dan satpam.. pelajaran buat kita yang cepat percaya… nyawa taruhannya..”.

Pesan singkat itu dipastikan tidak benar alias ‘hoaks’ karena Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda menjelaskan sejauh ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus perampokan tersebut.

“Semua yang kita mintai keterangan masih berstatus saksi. Kita masih terus mendalami kasus perampokan yang berujung pembunuhan itu,” kata Rico, Senin (25/10).

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan pesan singkat tersebut.

“Kami minta doa masyarakat Kota Padang supaya kasus ini bisa kita ungkap dengan cepat. Sudah ada lebih dari enam saksi yang kita minta keterangan,” katanya.

Di antara saksi yang dimintai keterangan adalah satpam dan Asisten Rumah Tangga (ART) korban.

PENUTURAN KETUA RT

Dikutip dari langgam.id, Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat bernama Rusli mengaku mengetahui kejadian perampokan itu dari laporan satpam.

“Saya dilaporkan sekitar jam 05.30 WIB oleh satpam. Namun dia sebelumnya lebih dulu melapor ke pengurus masjid. Jadi pengurus masjid ke lokasi dulu, baru saya,” kata Rusli, Senin (25/10).

Ia menuturkan dari cerita satpam, lima orang yang ada di dalam rumah disekap. Satpam yang juga disekap berhasil melepaskan diri setelah pelaku kabur. Meskipun dari pengakuan satpam para pelaku masuk ke rumah sekitar pukul 21.00 WIB, namun tidak satupun para tetangga yang tahu akan adanya aksi perampokan berujung pembunuhan itu. Padahal pada jam segitu jalanan di sekitar lokasi masih ramai.

Namun diakui Rusli, kediaman korban memang kedap suara. Dari pengakuan satpam, penghuni rumah telah berupaya berteriak.

“Tetangga belakang rumah korban bilang sampai jam 22.00 WIB ia masih berada di depan rumahnya. Tetangga aja terkejut (sebab) sebelumnya tidak terdengar apa-apa,” jelasnya.

Rusli mengungkapkan keluarga itu diketahui baru dua tahun bermukim di wilayahnya. Mereka juga dikenal cukup berhubungan baik dengan lingkungan sekitar. Bahkan, kata dia, orangtua korban sering membantu pengurus masjid. Sedangkan korban merupakan agen LPG untuk luar daerah Kota Padang.

“Anaknya ada, tapi saya tidak pernah (kelihatan) atau belum ketemu. Dan satu lagi, saya baru tahu bahwa pagar utama rumah korban memiliki remote kontrol,” tutur Rusli.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam kasus perampokan dan pembunuhan itu pelaku diduga masuk ke rumah korban pada Sabtu malam (23/10) sekitar pukul 21.00 WIB. Pelaku diperkirakan berjumlah tiga orang. Pelaku masuk setelah menyekap satpam berinisial RH dan mengikatnya. Kemudian pelaku masuk ke dalam rumah dan membawa kabur sejumlah barang milik korban, di antaranya satu unit mobil dan perhiasan emas. Dikabarkan ATM korban juga dibobol pelaku hingga Rp80 juta. Selain itu pelaku juga membawa rekaman CCTV.

Dalam kejadian itu, pemilik rumah Nelti meninggal karena ditusuk pelaku dengan senjata tajam. Sementara sang suami, Gusdiantara mengalami patah tulang. Pelaku juga menyekap dan mengikat ART korban bernama Eni dan orangtua korban berinisial AA. (lgm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pemprov Sumbar dan 17 Kabupaten/Kota Terima Penghargaan Atas Capaian WTP 5 Kali Berturut-turut

Sel Okt 26 , 2021
PADANG, KP – Pemerintah Provinsi Sumbarkembali menerima Plakat dan piagam […]