Biang Kerok Mahalnya Minyak Goreng Terungkap

JAKARTA, KP – Kementerian Perdagangan mengungkap biang kerok kenaikan harga minyak goreng dalam beberapa waktu terakhir. Penyebabnya adalah kenaikan harga minyak sawit mentah (crude palm oils/CPO) di pasar internasional.

“Penyebabnya adalah kenaikan harga CPO. Sebab, bahan baku minyak goreng di Indonesia kan dari CPO,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan, Selasa (26/10).

Kendati begitu, Oke mengatakan kenaikan harga minyak goreng saat ini belum membuat pemerintah melakukan banyak hal, termasuk intervensi. Pemerintah masih terus memantau perkembangan harga sesuai mekanisme pasar sembari menjaga ketersediaan pasokan.

“Langkah awal dari Kemendag adalah menjaga ketersediaan minyak goreng di dalam negeri,” imbuhnya.

Sebagai informasi, pemerintah sebenarnya mengatur Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng kemasan sederhana sebesar Rp11 ribu per liter. Ketentuan ini tertuang di Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 7 Tahun 2020 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen.

Namun, harga minyak goreng di masyarakat justru melonjak. Pantauan KORAN PADANG, Selasa (26/10), harga rata-rata minyak goreng curah di pasar tradisional Bukittinggi dan Padang adalah Rp16.300 hingga Rp18.000 per liter. Sementara untuk minyak kemasan bermerek 1 dan 2 berada pada harga Rp18.000. Di pasar modern, harga rata-rata minyak goreng bermerek adalah Rp15.900 hingga Rp17.000 per liter.

Untuk diektahui, harga CPO di bursa komoditas Malaysia meningkat 1 persen menjadi 4.973 ringgit per ton atau setara Rp16,98 juta (kurs Rp3.416 per ringgit Malaysia). Harga CPO ini meningkat sekitar 38,1 4 persen dalam 10 bulan terakhir. (cnn)

Next Post

Problema ‘Jalan Maut’

Sel Okt 26 , 2021
BERITA KORAN PADANG terbitan Selasa (26/10) berjudul ‘Waspada, Tikungan Manis […]