DataPengaduan KPAI Bocor dan Dijual Online

JAKARTA, KP – Kebocoran data milik institusi pemerintah kembali terjadi. Kali ini database milik Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang bocor dan dijual di forum online.Temuan kebocoran data itu pertama kali dipublikasikan di situs Raidforums oleh akun dengan username C77.

Bertuliskan ‘Leaked Database KPAI’, akun tersebut juga memberikan sample data.Adapun isi sample data meliputi nama, nomor identitas, kewarganegaraan, telepon, agama, pekerjaan, pendidikan, alamat, email, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, provinsi, dan kota. Ada dua file database yang dijual, yakni kpai_pengaduan_csv dan kpai_pengaduan2_csv.Sesuai namanya, kedua database itu kemungkinan berisi pengaduan masyarakat di Tanah Air.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putramembenarkan adanya kebocoran database. Ia menjelaskan database yang diretas merupakan data yang berisi informasi pengaduan dari masyarakat.

“Iya, itu database online, database pengaduan,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Kamis (21/10)

Menurutnya, KPAI telah melaporkan kejadian tersebut kepada Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk mengetahui sejauh mana kebocoran tersebut. KPAI juga telah melaporkannya ke polisi.

Dijelaskannya, database yang bocor tersebut berisi data pengaduan online, seperti pengaduan yang sudah ditangani, dirujuk, atau diproses yang ada dalam website resmi KPAI.

Terpisah, Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dedy Permadi mengaku sedang mendalami insiden dugaan kebocoran data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tersebut.”Sedang kami dalami,”kata Dedy singkat

Sebelumnya, pada September 2021 masyarakat Indonesia juga dihebohkan dengan dugaan kebocoran 1,3 juta data pribadi pengguna electronic Health Alert Card (eHAC) yang selama ini digunakan untuk kepentingan pelacakan covid-19 dalam pemenuhan persyaratan penerbangan. Adapun beberapa data yang bocor, antara lain nama, alamat rumah, nomor ID, rumah sakit tempat melakukan tes covid-19, dan sebagainya.

Kehebohan lainnya terkait kebocoran data juga terjadi pada Mei 2021. Saat itu 279 juta data peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dijual di Raid Forums seharga 0,15 Bitcoin. Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengakui sebagian data yang diperjualbelikan di internet ‘mirip’ dengan yang mereka punya. (rol)

Next Post

Garuda Terhindar dari Pailit

Kam Okt 21 , 2021
JAKARTA, KP – Gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) PT […]