HENDAK KUNJUNGI ORANGTUA DI BATAM, Mahasiswa UINIB Padang Diduga Hilang

PADANG, KP – Polisi menyelidiki dugaan hilangnya seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang bernama Mulyadi Rahmanda saat hendak ke Batam. Pihak keluarga telah membuat laporan di Polsek Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Kapolsek BIM Iptu Tanjung mengatakanpihaknya akan menindaklanjuti laporan keluarga mahasiswa tersebut. Koordinasi dengan bandara akan dilakukan.

“Kami masih menelusuri. Kami pastikan dulu kebenaran laporannya nanti kami akan koordinasi dengan maskapai,” kata Tanjung, Rabu (13/10).

Mulyadi Rahmanda dinyatakan hilang oleh pihak keluarga saat hendak pergi ke Batam. Kabar mahasiswa berusia 21 tahun itu tak kunjung didapat hingga memasuki hari keenam pasca keberangkatan.Mulyadi merupakan mahasiswa Jurusan Studi Agama Fakultas Ushuluddin. Keberangkatannya ke Batam bertujuan untuk menemui orangtua.

“Mulyadi kuliah di Padang. Jadi ketika itu rindu sama orangtuanya di Batamlalu minta izin berangkat ke Batam. Tapi sampai sekarang kabarnya tidak ada,” kata Afriwandi yang merupakan paman Mulyadi, dilansir langgam.id.

Mulyadi diketahui awalnya berangkat ke Batam melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Jumat lalu (8/10). Sehari setelah itu ternyata tidak ada kabar dan pamannya sempat mendatangi bandara.

Afriwandi menyebutkan saat dirinya mendatangi bandara, pihak maskapai penerbangan menyatakan bahwa tiket pesawat keponakannya telah hangus. Ia sempat berpikirkemungkinan keponakannya itu berangkat dengan moda transportasi darat.Namunkabar terbaru dari keponakannya tak kunjung ada. Bahkan saat berkomunikasi dengan keluarga di Batam, Mulyadi dinyatakan belum sampai hingga sekarang.

“Saya sudah kontak sama orangtuanya di Batam dan belum ada sampai sekarang. Kalau pakai mobil, setidaknya satu hari sudah sampai, ini sudah memasuki enam hari. Nomor handphonenya juga tidak aktif,” jelasnya.

Afriwandi mengatakanselama menempuh pendidikan sebagai mahasiswa di UIN IB Padang, keponakannya bersamanya di Kota Padangpanjang karena selama pandemi perkualiahan berlangsung secara daring (online). Ketika hendak pergi ke Batam, Mulyadi juga berpamitan padanya.

“Semoga ada kabar terbaru dari keponakan saya,” ujar Afriwandi. (lgm)

Next Post

Tak Kapok-kapok, Dua Kaki Residivis Curanmor Diterjang Timah Panas

Rab Okt 13 , 2021
PAYAKUMBUH,KP- Seorang residivis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berinisial IT (23 tahun) yang baru sebulan bebas dari penjara harus kembali dijebloskan ke bui setelah ia nekad kembali melakukan pencurian sepeda motor. Kapolres PayakumbuhAKBPAlex Prawira melalui Kasat ReskrimAKPAkno Pilindo didampingi KBOSatreskrim Iptu Eridal, Rabu (13/10), mengatakan penangkapan IT berawal dari laporan seorang […]