KUA PPAS APBD 2022 BUKITTINGGI DISEPAKATI, Pendapatan Daerah Bertambah Rp24,2 Miliar Lebih

BUKITTINGGI, KP – DPRD bersama Pemerintah Kota Bukittinggi menyepakati Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD tahun anggaran 2022. Nota kesepakatan itu ditandatangani kedua lembaga dalam rapat paripurna di DPRD Bukittinggi, Selasa (26/10).

Anggota DPRD Bukittinggi, Asril selaku juru bicara Banggar DPRD Bukittinggi melaporkan, pendapatan daerah pada hantaran Rancangan KUA PPAS Rp566.698.718.558, bertambah sebesar Rp24.285.187.672, sehingga menjadi Rp590.983.906.230. Penambahan tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah Rp22.432.783.672 dan Pendapatan Transfer Rp1.852.404.000. 

Disebutkannya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada KUA PPAS 2022 Rp121.596. 857.262. PAD itu bersumber dari pajak daerah Rp40.609.852.262. Retribusi daerah Rp30.025.619.000. Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan tetap, yakni Rp5.795.000.000. Lain-lain PAD yang sah Rp45.166.386.000. Pengurangan tersebut bersumber dari penyesuaian pendapatan pada BLUD RSUD Kota Bukittinggi. 

Pendapatan transfer ditetapkan Rp465.585.605.408. Bersumber dari Pendapatan transfer pemerintah pusat Rp435.719.216.000. Pendapatan transfer antar daerah Rp.29.866.389.408. Kemudian untuk belanja daerah pada KUA PPAS Tahun Anggaran 2022 Rp857.420.430.681.

“Pengurangan Belanja (Rasionalisasi) dilakukan pada beberapa SKPD seperti Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Sekretariat Daerah dan lain-lain. Dan untuk Belanja Tidak Terduga pada hantaran awal Rp39.070.657.073, berkurang Rp. 10.000.000.000, sehingga menjadi Rp29.070.657.073,” paparnya.

Kemudian Pembiayaan Daerah pada hantaran KUA PPAS Tahun Anggaran 2022, semula Rp53.247.529.327, setelah dilakukan pembahasan bertambah Rp46.752.470.673, sehingga menjadi Rp.100.000.000.000. 

Sementara Ketua DPRD Bukittinggi, Beny Yusrial pada kesempatan itu menyampaikan, menyusun APBD bersama pemerintah daerah adalah bagian dari fungsi anggaran DPRD. Langkah awal dari penyusunan APBD melakukan sinkronisasi kebijakan pemerintah daerah berupa Kebijakan Umum Anggaran (KUS) dan hasil sinkronisasi tersebut dicantumkan dalam Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS). 

“Alhamdulillah, proses tersebut sudah selesai dilaksanakan dengan dilakukannya pembahasan KUA-PPAS APBD Kota Bukittinggi Tahun Anggaran 2022 oleh Badan Anggaran dan TAPD serta SKPD terkait. Hasil pembahasan tersebut telah disetujui dalam rapat gabungan komisi dan paripurna internal pada 25 Oktober 2021. Maka hari ini kita lakukan penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama. KUA PPAS ini tentunya menjadi landasan bagi lembaga eksekutif dan le gislatif dalam menyusun APBD tahum 2022,” jelasnya.

Sementara itu Walikota Bukittinggi, H. Erman Safar mengapresiasi kerja keras Badan Anggaran (Banggar) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), yang telah melakukan pembahasan secara bersama sama dan menghasilkan kesepakatan yang terbaik untuk KUA PPAS tahun anggaran 2022. Diakui, banyak tarik ulur terkait anggaran, karena Bukittinggi masih dalam suasana pandemi. Intinya bagaimana anggaran Kota Bukittinggi dimaksimalkan untuk pemulihan ekonomi masyarakat.

Secara umum kata dia, berdasarkan dinamika pembahasan Rancangan KUA dan PPAS Kota Bukittinggi Tahun 2022 masih mengalami kondisi defisit. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menutupi kebutuhan pembiayaan program dan kegiatan SKPD yang sangat besar pada KUA dan PPAS tahun 2022 melalui kebijakan rasionalisasi anggaran kegiatan tertentu. 

“Saya berharap komitmen kita bersama dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Kota Bukittinggi tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Bukittinggi Tahun Anggaran 2022 nantinya. Kondisi APBD yang sulit tersebut dapat kita seimbangkan dengan alternatif kemungkinan penambahan pendapatan melalui kajian potensi penambahan pendapatan daerah, baik sisi pajak daerah maupun retribusi daerah atau akan dilakukan rasionalisasi kegiatan pada masing-masing SKPD berdasarkan kebutuhan dan skala prioritas,” pungkasnya. (eds)

Next Post

Mantan Rektor Terpilih Jadi Anggota MWA Unand

Sel Okt 26 , 2021
PADANG, KP – Mantan Rektor Universitas Andalas (Unand) periode 2011-2015 […]