Nurjani, Wanita Renta Menunggu Hadirnya Pemerintah dan Dermawan

LIMAPULUH KOTA, KP- Nurjani, wanita malang berusia 80 tahun itu tak lagi menitikan air mata apalagi berusaha meratap dan menangis saat Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Sago Peduli Indonesia (SPI) datang menyambangi gubuknya yang reot.

Agaknya, air mata wanita tua itu sudah lama kering karena setiap hari meratapi nasibnya yang malang. Nurjani hampir 10 tahun hidup sebatang kara di gubuk berukuran 2 X 2 meter berdinding anyaman bambu dan beratapkan plastik seadanya. Di tempat itulah Nurjani menghabisi masa senjanya.

Kepada LSM Sago Peduli Indonesia (SPI) dibawah pimpinan Bambang Heri yang datang mengunjunginya, warga Jorong Subaladuang, Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luhak, Kabupaten Limapuluh Kota itumenceritakan nasib malangnya yang setiap hari hanya hidup dari belaskasihan orang lain.

Mendengar cerita malang Nurjani, Bambang Heri mengaku rasa kemanusiannya benar-benar terpukul.

“Ternyata, masih ada warga Kabupaten Limapuluh Kota hidup memprihatinkan. Miskin dan melarat. Tinggal sebatang kara digubuk yang kondisinya benar-benar sangat miris,” kata Bambang Heri, KAmis (21/10). Ia pun bertekad akan menggalang donasi untuk meringankan derita Nurjani.

Diakui Bambang, berdasarkan cerita Nurjani, setiap hari wanita tua yang tak lagi berdaya dan tak punya apa-apa itumenjalani kehidupannya dengan kondisi serba terbatas. Jangankan punya simpanan untuk hari tua atau memiliki perabotan rumah tangga, tidursaja hanya di atas tumpukan kayu beralaskan seadanya.

“Nyaris tidak ada perabotan rumah tangga yang layakselain panci untuk merebus air dan menanak nasi dengan tungku yang terbuat dari batu bata,” ungkap Bambang Heri.

“Dengan usia 80 tahun, tentu dia tak mampu lagi bekerja secara normal. Karena itu, hati nurani kami terpanggil untuk berupaya mencarikan solusi bagi kehidupan Nurjani,” imbuhnya sembari berharappemerintah dan orang-orang dermawan peduli untuk mengatasi nasib malang Nurjani.

Sementara, Walinagai Sungai KamuyangDedi Sunardimenyatakan pihaknya sudah pernah menyalurkan bantuan sosial untuk Nurjani. Pihak pemerintahan nagari, katanya, juga akan berupaya memperjuangkan merehab rumah tidak layak huni yang ditempati Nurjani.

Bambang Hari juga menceritakan bahwadi Jorong Subaladuang, Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luhak, tidak hanya Nurjani yang hidup seorang diri dengan kondisi yang juga sangat mempritinkan.Setidaknya, seorang pria beranjak tua bernama Asril (67 tahun), nasibnya tak lebih baik dibandingkan hidup yang dijalani Nurjani. Tinggal seorang diri di rumah gubuk reot berlantai tanah berdinding plastik dengan tempat tidur seadanya.

Masih adakah di negeri ini rasa kepedulian untuk berbagi dengan orang-orang yang bernasib malang yang tidak beruntung ini? (doddy sastra)

Next Post

Ranah Minang dengan Beragam Problemanya

Kam Okt 21 , 2021
BOLEH jadi tiap hari muncul beragam problema yang berpotensi merusak […]