Rp5 Miliar dari Walet

LUAR biasa. Muhammadiyah Alamanda Kinali, Pasaman Barat punya cerita. Burung walet mampu jadi sumber dana pendidikan. Burung walet yang dipelihara warga Muhammadiyah di kampung sejahtera tersebut sudah menghasilkan dana Rp5 miliar lebih yang digunakan untuk berbagai pembangunan. Mulai dari Taman Kanak-kanak, SD, Tsanawiyah, Aliyah, dan SMK. Menakjubkan. Ribuan burung walet betah bersarang dan menghasilkan pemasukan berlimpah bagi warga setempat.

Kekuasaan Allah terbukti luar biasa sehingga membuat betah burung walet betah dengan memunculkan irama yang asyik didengar. Burung waletitu bersarang dalam komplek pendidikan Muhammadiyah Alamanda tersebut.

Ketua Muhammadiyah Kinali, Kusnan, sebagai tokoh disegani warganya mampu jadi pemimpin yang mensejahterakan warganya dengan beragam amal usaha produktif. Selain memelihara walet, ada pula usaha perkebunan sawit, perbengkelan, pendidikan, perdagangan, dan usaha ekonomi produktif lainnya.

Boleh jadi Muhammadiyah Alamanda Kinali benar-benar memainkan peran secara maksimal sebagai pusat pembelajaran kesejahteraan melalui program amal usaha Muhammadiyah di Indonesia. Kehebatan amal usaha Muhammadiyah Alamanda Pasbar ini kian begitu terkenal setelah tampil sebagai terbaik nasional dalam expo persyarikatan yang diadakan di Goa, Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu. Tetamu dari seluruh Indonesia pun berdatangan ke Alamanda Kinali untuk melakukan studi tiru.

Ketokohan almarhum H. Lukman Harun tak bisa dilupakan oleh warga Muhammadiyah sebagai salah seorang tokoh bangsa yang berjibaku merintis perkampungan Muhammadiyah Kinali. Kini hasilnya sungguh luar biasa. Gerak pembangunan kesejahteraan masyarakat begitu menakjubkan. Bayangkan saja, SD Muhammadiyah Alamanda punya murid 396 anak. SD ini jadi pilihan utama bagi orangtua untuk menyekolahkan anaknya. Termasuk di antaranya pejabat setempat. SD Muhammadiyah ini memiliki gedungelit bertingkat dua bergonjong khas Minang.

Kusnan rupanya hanya bermodalkan ‘resep sederhana’ dalam membawa Muhammadiyah Alamanda Kinali seperti sekarang, yaitu memadukan amal usaha melalui satu pintu keuangan. Kehebatan Kusnan pun bergaung dan membuatnya jadi teladan nasionaldi lingkungan Muhammadiyah. Penampilannya menyejukkan dengan aura fisik biasa saja tapi kiprahnya luar biasa. Keteladanan akan kejujuran dan keikhlasannya pantas dicontoh.

Muhammadiyah jelas bangga punya anak bangsa seperti Kusnan. Meski mengabdi jauh di pedalaman Sumbar, namun kepemimpinannya yang menyejukkan mampu membawa kesejahteraan bagi masyarakat sekaligus menjadikan Sumbar makin populer. Alhamdulillah. *

Next Post

Mobil Brio Berisi Satu Keluarga Dihantam KA Bandara

Ming Okt 17 , 2021
PADANG, KP – Satu unit mobil Honda Brio warna kuning […]

You May Like