Seluruh Kelurahan Ditargetkan Berstatus Layak Anak pada 2022

PADANG, KP – Pemko Padang bertekad seluruh kecamatan dan kelurahan berstatus layak anak pada tahun 2022, di aman anak terlindungi dan seluruh hak anak terpenuhi dengan baik. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Padang Editiawarman saat membuka Sosialisasi Kecamatan dan Kelurahan Layak Anak Tahun 2021 di Balaikota Padang, Selasa (19/10).

Untuk mewujudkan hal tersebut, seluruh camat dan lurah harus berupaya mendukung terwujudnya Kota Padang menuju Kota Layak Anak. Sebab, dengan terwujudnya kecamatan dan kelurahan layak anak dapat menaikkan predikat Kota Padang menjadi predikat Utama.

“Tahap awal ini kita ingin camat berupaya minimal 50 persen kelurahan yang ada di wilayahnya sudah menjadi kelurahan layak anak dengan berpedoman pada 10 indikator yang ditetapkan,” kata Editiawarman.

Rencananya, pada tahun 2022 nanti akan dilakukan penilaian camat dan lurah yang ramah atau layak anak. Dengan demikian diharapkan tercipta semangat kompetisi yang positif di antara camat dan lurah dalam upaya meningkatkan perhatian terhadap anak.

Editiawarman menjelaskan 10 indikator umum yang mesti dilaksanakan agar Padang menjadi kota layak anak kategori Utama antara lain tersedianya kebijakan oleh kecamatan dan kelurahan tentang upaya perlindungan anak dengan memberdayakan lembaga masyarakat yang ada. Kemudian tersedianya data profil anak yang terpilah, membentuk dan membina peningkatan kapasitas Forum Anak yang telah ada di kecamatan dan kelurahan, serta mengupayakan peningkatan persentase anak yang mendapatkan akte kelahiran sebagai salah satu pemenuhan hak sipil bagi anak.

Dipaparkannya, setiap kecamatan dan kelurahan juga harus mengupayakan tidak adaperkawinan di usia anak dan tidak adagizi buruk pada anak. Selanjutnya menyediakan ruang publik yang bebas dari asap rokok dan menyelenggarakan layanan pendidikan bagi anak usia dini secara holistik terintegratif.

“Serta mengupayakan ruang atau taman bermain, terwujudnya puskesmas ramah anak, sekolah ramah anak, madrasah ramah anak, serta berkembangnya program anak sehari menjadi walikota,” beber Editiawarman.

Ia menambahkan sejumlah kecamatan telah memulai pemenuhan hak kepada anak. Seperti Kecamatan Padang Selatan yang telah membuat Alat Permainan Edukasi luar (APE) melalui anggaran kecamatan tersebut.

“Saat ini sudah ada pokja layak anak, masjid layak anak, termasuk menyiapkan youth center. Intinya kita berkomitmen menjadikan Kecamatan Padang Selatan sebagai kecamatan layak anak,” kata Camat Padang Selatan Teddy Antonius. (ip)

Next Post

Warga Sekitar TPA Air Dingin Dilatih Budidaya Maggot

Rab Okt 20 , 2021
Dosen Teknik Lingkungan Unand Dr. Fadjar Goembira, Selasa (19/10), mengatakan […]