STQH NASIONAL XXVI, Sumbar Hanya Loloskan Satu Wakil di Final, Pandemi Jadi Dalih

SOFIFI, KP – Babak penyisihan Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) Nasional XXVI di Sofifi, Maluku Utara telah tuntas. Sebanyak 60 peserta dari semua cabang dilombakan bakal bertanding di babak final. Namun, Sumbarhanya meloloskan satu wakil di babak final. Ia adalah Rusydi Haris Dwi Putra yang berlomba di cabang Tafsir Bahasa Arab Putra.

Merosotnya raihan Sumbar pada ajang STQH kali ini diakui oleh Ketua Pimpinan Kafilah, Syaifullah. Menurut dia hal itu karena minimnya persiapan akibat pandemi covid-19.

“Persiapan kita menghadapi ajang ini terkendala banyak hal, satu di antaranya covid-19. Bahkan ada beberapa kafilah kita yang baru pertama kali tampil membela Sumbar di ajang nasional karena peremajaan/pengkaderan kafilah,” kata Syaifullah, Kamis (21/10).

Menurutnya, kebijakan apapun itu pasti mempunyai rsiko seperti sekarang ini. Meski demikian, perolehan Sumbar dalam ajang ini akan dijadikan evaluasi agar memperoleh prestasi yang lebih baik lagi.

“Tentunya kami bersyukur ada finalis dari Sumbar. Kalah menang itu biasa karena bagi Sumbar mengikuti ajang ini sama halnya dengan berpartisipasi membumikan Alqran, silaturrahim, dan syiar bukan semata-mata mencari juara,” tukasnya.

Sementara, Kepala Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Sumbar Yufrizal mengatakanke depan akan dilakukan evaluasi proses pembentukan kafilah dan pembinaan terpusat sepanjang masa untuk memperoleh prestasi yang baik.

“Nantinya kami akan melakukan evaluasi pengkaderan agar memperoleh hasil yang lebih baik lagi,” kata Yufrizal.

Diketahui, Sumbarmengirim 20 kafilah untuk mengikuti STQH Nasional XXVI 2021 di Maluku Utara. Mereka berlaga pada empat cabang dan 10 golongan.

SEKILAS SOSOK RUSDY

Wakil Sumbar satu-satunya di final STQH, Rusydi Haris Dwi Putra tampil dengan nomor urut enam bersaing dengan dua peserta lainnya pada babak final lomba Cabang Tafsir Bahasa Arab yang digelar di Aula DPRD Maluku Utara, Kamis (21/10). Lomba diawali dengan pembacaan soal untuk menguji hafalan Alquran peserta. Dewan hakim membacakan ayat Alquran dan peserta diminta melanjutkan.

Usai soal tahfiz, dilanjutkan dengan pertanyaan seputar tafsir Alquran dalam bahasa Arab. Peserta diminta menjelaskan makna ayat yang telah ditentukan oleh dewan hakim.

Rusydi lahir di Solok pada 28 Juni 2000 dan saat ini tercatat sebagai mahasiswa semester III Sastra Arab Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang.Sosok yang hafal Alquran 30 juz sejak usia SMP tersebut menempuh pendidikan SD di Solok, kemudian Darul Hufaz, dan melanjutkan ke MAN 1 Solok.Sebelumnya Rusydi pernah mengikuti ajang nasional tahfiz 10 juz di Jakarta dan tahfiz 20 juz di Kalimantan Utara

Untuk persiapan Rusydi berlatih minimal satu jam per hari bahkan juga latihan secara daring bersama pelatih.Ia mengakui kesulitan dalam bertanding di bidang tafsir bahasa Arab adalah harus menghafal ayat, memahami makna, dan asal usul turunnya ayat.

Anak kedua dari 10 bersaudara itu pun optimistis bisa meraih kemenangan kendati tidak mematok target.Ia mengakusempat merasa gugup jelang tampil bahkan kesulitan makan namun saat tampil tidak ada kendala berarti.

Untuk nilai yang diraih peserta pada babak final diumumkan pada Kamis malam.

JAKARTA TERBANYAK

Provinsi DKI Jakarta menjadi provinsi dengan peserta terbanyak yang melaju pada babak final dalam pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Nasional ke-XXVI di Sofifi Maluku Utara (Malut).Jakarta mengirimkan 9 orang kafilah terbaik dari masing-masing mata lomba. Posisi ke dua diisi Jawa Timur dengan mengirimkan peserta sebanyak 8 orang yang melaju ke babak final. Posisi ketiga diisi Sumatera Utara dengan mengirimkan 6 kafilah dan posisi keempat dan kelima masing-masing diisi Riau dan Kepulauan Riau dengan masing-masing mengirimkan 5 kafilah terbaik setelah babak pengisihan. (lgm/*)

Next Post

Bank Sampah Binaan Aqua Diresmikan di Kayu Aro

Jum Okt 22 , 2021
SOLOK, KP – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Solok Bakhrizal, […]