Tekan Volume Sampah di TPA, Pemkab Pasaman Bangun TPS 3R

LUBUKSIKAPING, KP – Wakil Bupati Pasaman, Sabar AS meninjau proses perkembangan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce dan Recycle (TPS 3R) di Nagari Tanjung Beringin, Kecamatan Lubuksikaping, Senin (18/10). Turut mendampingi pada kesempatan tersebut Asisten I, Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, SKPD terkait, Dirut PDAM serta rombongan Wali Nagari Tanjung Beringin.

Pada kesempatan itu Wabup Sabar AS menekankan percepatan pembangunan TPS3R agar bisa digunakan secepatnya.

“Kami minta proses pembangunan ini bisa dilaksanakan secepatnya sesuai waktu kelender proyek yang telah ditetapkan. Jangan sampai putus kontrak. Sehingga nantinya TPS3R ini bisa secepatnya digunakan sebagai mestinya,” ujar Sabar AS.

Sabar AS mengakui, saat ini pengurangan volume sampah menjadi persoalan serius agar tidak menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Koto Tangah milik Pemkab Pasaman.

“Makanya diharapkan dengan dibangun TPS3R ini bisa mengolah sampah yang ada. Sehingga jangka panjangnya mengurangi volume sampah di TPA kita,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DLHPRKP), Rosben Aguswar melalui Kabid Lingkungan Hidup, Endang Susilowati mengatakan, pembangunan TPS 3R itu bersumber dari Dana Alokasi Khusu (DAK) sanitasi dengan pagu anggaran Rp 828 Juta.

“Di tahun ini ada dua unit pembangunan TPS 3R yaitu di Nagari Tanjung Beringin dengan anggaran Rp414 Juta dan TPS 3R di Nagari Ganggo Mudiak, Kecamatan Bonjol Rp414 Juta. Setiap TPS 3R ini nanti dilengkapi Bangunan TPS 3R, Becak Motor satu unit, Alat komposting dan Alat pilah sampah,” terang Endang Susilowati.

Ia berharap pembangunan itu bisa berjalan lancar agar segera bisa dimanfaatkan.

“Untuk tahun 2022 kita usulkan DAK TPS3R di 7 Nagari, yaitu Nagari Limo Koto, Ganggo Hilia, Lubuk Layang, Ladang Panjang, Alahan Mati, dan Lansek Kadok,” tambahnya.

Susi menerangkan, penyelenggaraan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) merupakan pola pendekatan pengelolaan persampahan pada skala komunal atau kawasan dengan melibatkan peran aktif pemerintah dan masyarakat, melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat. 

“Program TPS 3R bertujuan mengurangi kuantitas dan/atau memperbaiki karakteristik sampah yang akan diolah secara lebih lanjut di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah dan berperan dalam menjamin semakin sedikitnya kebutuhan lahan untuk penyediaan TPA sampah di perkotaan. Dalam penyelenggaraannya, kegiatan ini menekankan pada pelibatan masyarakat dan pemerintah daerah, pemberdayaan masyarakat dan pemerintah daerah serta pembinaan dan pendampingan Pemerintah Daerah untuk keberlanjutan TPS 3R,” tutupnya. (nst)

Next Post

Bupati Epyardi Asda Serahkan Ekskavator kepada Nagari dan Kecamatan

Rab Okt 20 , 2021
SOLOK,KP – Bupati SolokH. Epyardi Asdamenyerahkan bantuan ekskavatorsecara simbolis kepada […]