TERKAIT VIDEO VIRAL ‘MEMOHON KEADILAN PAK KAPOLRI’, Polda Sumbar: Proses Hukum Sudah Sesuai Prosedur

PADANG, KP Sebuah video dengan judul ‘Memohon Keadilan Pak Kapolri’ yang diunggah oleh akun Kinah Nursa viral di media sosial. Dalam video tersebut, seorang perempuan yang bernama Nursakinah Hasibuan menyampaikan orangtuanya mendapatperlakuan tidak adil oleh kepolisian.

Dalam video itu ia menyebutbahwa orangtuanya yang bernama MH diproses hukum karena masalah keluarga yang seharusnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

“Karena ini masalah keluarga, kemudian dipaksakan oleh Polres Pasamanuntuk diproses hukum. Padahal ini adalah masalah keluarga menyangkut penggelapan sepeda motor, yang motornya ada di rumah kami. Bagaimana mungkin orangtua kami dianggap sebagai penggelapan motor, sementara kondisi motornya aman dan ada di rumah kami,” sebut Nursakinah dalam video tersebut.

Terkait video tersebut, Polda Sumbar angkat bicara.Kabid Humas Kombes Pol Satake Bayu Setiantomengatakan dalam kasus itu MH telah ditetapkan sebagai tersangka dan berkasnya sudah dilimpahkan ke pihak Kejaksaan Pasaman.

“Kasus itu sudah ditangani oleh Polres Pasaman sesuai aturan dan prosedur yang berlaku,” kata Kombes Pol Satake Bayu, kemarin.

Ia menjelaskan peristiwa itu bermula pada bulan Agustus tahun 2019 dimana saat itu MH datang ke rumah Arpan Abdi Nasution di Sungai Manis Jorong VIII, Nagari Tarung Tarung, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasamanuntuk meminjam sepeda motor Honda CB150R warna merah BA 3612 DS selama satu minggu atau paling lama sampai kendaraan milik Malauddin tiba di rumahnya.

Dua bulan kemudian, tepatnya Oktober 2019, kendaraan milik MH berupa mobil dan sepeda motor tiba di rumahnya. Namun sepeda motor milik Arpan yang sebelumnya dipinjam oleh Malauddin tidak dikembalikan.

Berbagai cara dilakukan pelapor untuk meminta kembali kendaraan tersebut tapi tidak berhasil. Bahkan pelapor melalui kuasa hukumnya mengirimkan surat somasi kepada MH agar mengembalikan sepeda motor yang dipinjamnya. Namun MH tidak bersedia mengembalikan sepeda motor yang dimaksud.

“Karena sampai dua tahun tidak dikembalikan, maka Arpan Abdi Nasution melaporkan kejadian tersebut ke Polres Pasaman pada bulan Agustus 2021,” terangnya.

Menindaklanjuti laporan korban, Polres Pasaman mengamankan sepeda motor tersebut dan selanjutnya mengupayakan penyelesaian kasus secara kekeluargaan karena antara Malaudin dan Arpan memiliki hubungan saudara. Namun, Malaudin berkeras tidak mau berdialog sehingga perkara terus berlanjut ke proses penyidikan dan dilanjutkan ke kejaksaan untuk proses penuntutan.

“Dari penyidik sampai Jaksa Penuntut Umum (JPU) sudah berupaya untuk mendamaikan sengketa kedua belah pihak, namun MH bersikeras tidak mau berdialog dan mediasisehingga perkara tetap berjalan dan diproses agar tidak bermasalah secara prosedur,” kata Satake.

Ia menambahkan, pada 30 September 2021JPU menyatakan berkas perkara sudah lengkap dan pada 6 Oktober berkas dan tersangka dilimpahkan ke JPU. (tns)

Next Post

Sopir Angdes Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Ming Okt 17 , 2021
LUBUKBASUNG, KP – Seorang pria ditemukan bersimbah darah di rumah […]