Utamakan Prinsip Humanis dalam Program Vaksinasi

TARGET pelaksanaan vaksinasi covid-19 untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity pada masyarakat Insya Allah terwujud. Untuk itu, strategipendekatan pada masyarakat pantas mengedepankan prinsip humanis, manusiawi, dan diterima akal sehat. Disinilah perlunya lembaga pemerintahanterutama tim vaksinasi untuk terus mengevaluasi kerja demi suksesnya program masyarakat sehat dalam arti yang sebenarnya.

Sejauh ini beragam usaha untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar mau divaksin terus dilakukan. Bahkan, cara terbaru yang dilakukan Pemko Payakumbuh terbilang mengejutkan. ‘Warga Tak Punya Kartu Vaksin Dilarang Masuk Balaikota Payakumbuh’. Begitu judul berita KORAN PADANG di halaman 1 terbitan Rabu (13/10).

Kantor pemerintahan adalah salah satu pusat pelayanan umum bagi masyarakat. Namun yang terjadi di Payakumbuh ini harus diakui cukup mengejutkan. Masyarakat yang tidak punya kartu vaksin — yang artinya belum divaksin — dilarang masuk Balaikota Payakumbuh. Di antara kita mungkin ada yang berpendapat cara seperti ini tidaklah populer. Bernilai emosi.

Sebaiknya aparat pemerintahan mencari sistem humanisyang bisa diterima masyarakat. Misalnya dengan menempatkan petugas vaksinasi di balaikota. Siapapun yang berurusan ke balaikota namun belum divaksin, silahkan petugas vaksin melayani sesuai aturan yang berlaku. Insya Allah warga mematuhinya. Mungkin cara begini lebih baik dibanding melarang masyarakat masuk ke kantor kebanggaan ini.

Kita maklum, mereka yang mendatangi kantor pemerintahan pasti membutuhkan pelayanan. Mereka datang tidak untuk bermain-main atau mengobrol ibarat di warung kopi. Apalagi di balaikota itu terdapat mall pelayanan publik. Sentralnya bagi masyarakat untuk mengurus administrasi kependudukan hingga membayar pajak. Sangat wajar pula di setiap kantor pemerintahan atau tempat pelayanan umum di Indonesia, bukan hanya di Payakumbuh saja, ada pelayanan vaksinasi selama jam kerja.

Sistem ‘dilarang masuk’ ke tempat pelayanan umum sebaiknya tak dipopulerkan. Disinilah perlunya pemikiran jernih dalam memunculkan strategi positif untuk terus menerus membina masyarakat majemuk dengan beragam ‘kakobeh’-nya yang beragam. Yang penting, strategi humanis pantas terus- menerus dilakukan lembaga pemerintahan dalam melayani warganya.

Kita tentu sepakat program yang berkaitan dengan masyarakat banyak berjalan sukses dan minim problema. Termasuk program ‘masyarakat sehat’ adalah dambaan kita bersama. Suksesnya pencapaian semua program itu perlu ditopang dengan pendekatan saling pengertianyang menyejukkan. Untuk itu,larangan masuk Balaikota Payakumbuh bagi masyarakat yang belum divaksin sebaiknya diakhiri saja. Mari cari solusi yang lebih sejuk dan menenangkan, termasuk opsi menempatkan petugas vaksin di balaikota. *

Next Post

HENDAK KUNJUNGI ORANGTUA DI BATAM, Mahasiswa UINIB Padang Diduga Hilang

Rab Okt 13 , 2021
PADANG, KP – Polisi menyelidiki dugaan hilangnya seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang bernama Mulyadi Rahmanda saat hendak ke Batam. Pihak keluarga telah membuat laporan di Polsek Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Kapolsek BIM Iptu Tanjung mengatakanpihaknya akan menindaklanjuti laporan keluarga mahasiswa tersebut. Koordinasi dengan bandara akan […]