Warga Sekitar TPA Air Dingin Dilatih Budidaya Maggot

Dosen Teknik Lingkungan Unand Dr. Fadjar Goembira, Selasa (19/10), mengatakan pelatihan budidaya maggot itu sangat cocok menjadi salah satu solusi dalam menyelesaikan masalah sampah di Kota Padang.Dalam pelatihan itu peserta dibekali dengan teori tentang budidaya maggot dan praktik langsung di Rumah Maggot MinaGot-Sumba.

Kegiatan itu turut menghadirkan narasumber Dr. Resti Rahayu yang merupakan dosen Jurusan Biologi sekaligus praktisi maggot di Sumbar. Dalam materinya ia menjelaskan tentang cara mendapatkan telur maggot, penetasan telur, perbesaran dan penggemukan maggot, sekaligus cara panen.

Resti Rahayu mengatakan budidaya maggot ini sangat mudah dan murah.Siapa saja bisa melakukannya selama ada kemauan, ketekunan, dan tidak jijik melihat ulat. Dijelaskannya, maggot yang juga dikenal dengan sebutan lalat tentara hitamadalah sejenis lalat satu kelompok dengan lalat rumahnamun mempunyai banyak keunggulan yang luar biasa.

“Maggot dapat mengolah sampah super cepat yaitu hanya sekitar tiga minggu saja, sehingga menjadi biomassa tubuh dengan kandungan nutrisi yang sangat baik,” ucap Resti.

Biomassa tubuh maggot itu mengandung protein mencapai 50 persen dari berat badan kering tubuhnya dan kandungan lemak sekitar 23 persen atau tergantung jenis sampah yang diberikan. Karena itulah maggot dikatakan biokonversi paling baik dibandingkan organisme lain seperti cacing dan mikroba pengurai lainnya.

Terpisah, Kabid Program, Pengembangan Komunikasi Kelembagaan Lingkungan DLH Padang, Insanul Rizki mengucapkan terimakasih kepada tim Prodi Ilmu Lingkungan (S2) Unand yang bersedia melatih masyarakat untuk berbudidaya maggot.

“Budidaya maggot ini selain bisa mengurangi sampah juga dapat menambah penghasilan,” ulasnya. (ip)

Next Post

Pemko Bukittinggi Raih Penghargaan ProKlim Utama Tingkat Nasional 2021

Rab Okt 20 , 2021
BUKITTINGGI, KP – Pemerintah Kota Bukittinggi kembali meraih penghargaan tingkat […]