Cekcok Maut, Istri Tewas di Tangan Suami – DITUSUK 13 KALI DENGAN TIGA PISAU

LUBUKBASUNG, KP – Warga Jorong Ranah Batang Buo, Nagari Biaro Gadang, Kabupaten Agam digemparkan dengan peristiwa cekcok pasangan suami istri yang berujung hilangnya nyawa sang istri, Kamis (25/11). Dalam kejadian ini, pelaku A (28 tahun) menusuk istrinya S (25 tahun) 13 kali dengan tiga pisau hingga tewas dalam kondisi mengenaskan.

 

Saksi mata warga setempat Silvi (35 tahun) mengatakan saat kejadian ia sedang lari pagi di sekitar lokasi kejadiansekitar pukul 06.00 WIB.

“Tiba-tiba datang anak korban yang berusia enam tahunmeminta pertolongan pada saya sambil menangis,” kata Silvi.

Ia kemudian melihat korban berusaha keluar rumah yang juga merupakan pabrik tahu dan meminta tolong dengan memegang bagian leher yang terluka dan tubuh berlumuran darah.

“Saya kenal dengan korban karena rumah saya tidak jauh dari tempat ini. Setahu kami suami korban sudah dua bulan tidak pulang ke rumah,” tambah Silvi.

Begitu mendapat informasi, Tim Inafis Polres Bukittinggi langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP.Korban diketahui meninggal dunia karena kehabisan darah saat dilarikan ke rumah sakit.

Pelaku yang sempat kabur akhirnya menyerahkan diri ke salah satu polsek di Tanahdatar. Pelaku kemudian dibawa ke Polres Bukittinggi. Kepada peniyidik, pelaku nekat melakukan penganiayaan yang berujung kematian itu karena sakit hati dilarang menemui anaknya oleh korban yang merupakan istrinya sendiri.

“Saya khilaf, saya tidak sadar diri, bercampur sakit hati dicaci-maki oleh korban dan dilarang menemui anak. Saya menyesal,” kata pelaku A di Polres Bukittinggi.

Ia menyebut sebelumnya juga sudah memiliki masalah keluarga dengan korban setelah lima tahun berkeluarga dan menjadi suami kedua korban.

“Meski belum resmi cerai, kami sudah pisah lebih dua bulan. Beberapa hari ini saya baru datang kembali ke sini dan kangen anak tapi dilarang bertemu. Saya akhirnya nekat datang ke rumah dan memeluk anak saya tapi kemudian dicaci-maki oleh korban,” kata pelaku yang berasal dari Sijunjung itu.

Kanit III Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bukittinggi, Ipda Tiara mengatakan pelaku sempat berusaha kabur hingga ke Puncak Pato setelah melakukan aksinya.

“Menurut pengakuannya, ia bingung dan tak tentu arah setelah melakukan penganiayaan terhadap istrinya hingga akhirnya ia menyerahkan diri ke salah satu Polsek di Tanahdatar dan segera kita amankan,” kata Ipda Tiara.

Ia menambahkan ada tiga pisau yang dijadikan barang bukti dalam kejadian tersebut.

“Kami berhasil menemukan tiga buah pisau yang biasa dipakai untuk memotong tahu dan keperluan dapur karena rumah korban sekaligus menjadi tempat pabrik produksi tahu di daerah setempat,” kata Tiara.

Menurutnya, kasus itu akan ditindaklanjuti dengan autopsi jenazah korban dan pelaku dijerat dengan pasal 44 ayat 3 tentang KDRT dan penganiayaan yang mengakibatkan kematian dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (ant)

Next Post

Pasar Bawah Dibakar?

Kam Nov 25 , 2021
PASAR Bawah Bukittinggi terbakar untuk ketiga kalinya dalam dua bulan […]